- CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan Perminas fokus eksplorasi logam tanah jarang, berbeda dari MIND ID.
- Logam tanah jarang seperti serium dan lantanum sangat dibutuhkan dunia dan potensinya besar di Indonesia.
- Perminas telah dibentuk sejak 25 November 2025 dengan suntikan modal awal Rp11 miliar dari BPI Danantara.
Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, membeberkan perbedaan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dengan Holding BUMN Pertambangan (MIND ID). Keduanya memang sama-sama berkutat di sektor pertambangan.
Rosan menyebut, meski berbisnis di sektor yang sama, Perminas ini dikhususkan untuk mengeksplorasi logam tanah jarang di Indonesia.
Dikutip berbagai sumber, logam tanah jarang itu, seperti serium dan lantanum yang merupakan bahan baku untuk baterai.
"Memang kalau Perminas ini peruntukannya untuk tanah jarang atau rare earth," ujarnya saat ditemui di Kawasan Parlemen Senayan, Jakarta yang dikutip, Rabu (4/2/2026).
Namun, secara prinsip bisnis, Rosan mengakui, perminas sama dengan anak usaha di bawah naungan MIND ID.
"Sama seperti MIND ID kan punya anak perusahaannya, di Batu Bara PTBA, di nikel adan Vale, Antam juga ada nikel, ada emas, di copper itu juga ada Freeport. Sebetulnya sama seperti itu. Tapi kalau perminas ini atau perusahaan mineral nasional ini untuk tanah jarang atau rare earth," tegasnya.
Menurut Rosan, ekplorasi logam tanah jarang ini masih minim di Indonesia, Padahal, potensi logam tanah jarang di Indonesia begitu besar, bahkan bisa menjadi cadangan untuk ke depannya.
Terlebih, ungkapnya, kebutuhan dunia akan logam tanah jarang sangat tinggi.
"Memang kita potensinya sangat-sangat besar tapi memang kan belum dioptimalisasi. Masih jauh dari optimalisasi, karena tanah jarang itu kalau dilihat kan sekarang memang menjadi suatu kebutuhan dunia yang sangat-sangat tinggi," kata Rosan.
Baca Juga: Cara SIG Dongkrak Kualitas SDM Kontruksi RI
"Dan kita punya potensi dan cadangan yang sangat-sangat tinggi juga. Jadi kita diminta persiapkan dan kita bekerjasama juga dengan kementerian lainnya," sambung Menteri Investasi dan Hilirisasi ini.
Profil Perminas
PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas jadi perbincangan baru di sektor mineral maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, BUMN ini dikenalkan oleh BPI Danantara yang akan mengurus sektor pertambangan mineral di dalam negeri.
Melansir data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum, Perminas ternyata telah dibentuk sejak 25 November 2025, di mana BPI Danantara menyuntik dana Rp 11 miliar sebagai modal awal.
Pembentukan Perminas membutuhkan dana Rp 44 miliar sebagai modal awal, dengan jumlah saham terdiri dari seri A Rp 1 juta dan 43.999 lembar saham seri B.
Dengan penyuntikan dana itu, maka BPI Danantara menggenggam Rp 10.999 lembar saham seri B. Sedangkan, saham seri A masih dipegang oleh Pemerintah Indonesia,
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan
-
Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu
-
Tekan Biaya Transaksi Demi Likuiditas, Strategi Jangka Panjang Industri Kripto Nasional
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Antisipasi Force Majeure, Askrindo Siapkan Strategi Keberlanjutan Bisnis
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI, Jamin Tak Intervensi BPS
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Januari 2026 Naik 30 Persen: Ekonomi Lagi Bagus!
-
OJK Hormati Langkah Hukum Polri Datangi Shinhan Sekuritas Terkait Saham Gorengan