- Bareskrim Polri menetapkan tersangka dalam kasus dugaan manipulasi pasar modal yang melibatkan PT Minna Padi Asset Manajemen (MPAM).
- Edy Suwarno (ESO), pemegang saham kunci, ditetapkan tersangka bersama istrinya terkait transaksi reksa dana yang tidak wajar.
- MPAM yang terafiliasi dengan PADI, sebelumnya pernah dibubarkan produk reksa dananya oleh OJK pada tahun 2019.
Suara.com - Kasus dugaan manipulasi pasar modal yang menyeret PT Minna Padi Asset Manajemen (MPAM) kini memasuki babak baru pasca penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri.
Fokus penyelidikan kini tertuju pada struktur kepemilikan dan jajaran manajerial yang diduga menjadi otak di balik skema investasi yang merugikan publik tersebut.
Dengan pemblokiran aset senilai Rp467 miliar, publik mulai mempertanyakan siapa sebenarnya sosok di balik entitas manajer investasi yang bermarkas di Equity Tower, SCBD ini.
Kepemilikan Saham dan Tokoh Kunci
MPAM merupakan bagian integral dari ekosistem keuangan yang terafiliasi erat dengan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI).
Namun, secara personal, terdapat nama-nama kuat yang mendominasi kepemilikan dan operasional perusahaan:
- Edy Suwarno (ESO): Sosok ini menjadi figur sentral dalam penyidikan. Edy bukan hanya pemegang saham di MPAM, tetapi juga tercatat sebagai pemilik saham di PT Sanurhasta Mitra. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama istrinya, EL, atas dugaan keterlibatan aktif dalam transaksi underlying asset reksa dana yang tidak wajar.
- Djajadi (DJ): Sebagai Direktur Utama, Djajadi merupakan nakhoda operasional MPAM yang telah bergabung sejak 2011. Dengan rekam jejak panjang di industri aset manajemen, Djajadi kini harus mempertanggungjawabkan perannya dalam pengelolaan portofolio dana masyarakat yang diduga dimanipulasi melalui pasar negosiasi.
- Eveline Listijosuputro: Menjabat sebagai Komisaris di MPAM, ia juga merupakan salah satu pemegang saham utama di entitas induk, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI).
Jaringan Grup Minna Padi
Secara korporasi, MPAM didirikan pada November 2004 dan mengantongi izin Manajer Investasi dari Bapepam (OJK) pada 2005.
Hubungan antara MPAM dan PADI merupakan bentuk sinergi antara perusahaan sekuritas dan pengelola dana (asset management).
Baca Juga: 4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
Hampir seluruh saham entitas induk (PADI) dimiliki oleh masyarakat luas (sekitar 96,85%), namun kendali strategis tetap berada di tangan sekelompok kecil pemegang saham utama dan manajemen.
Menariknya, pada tahun 2025, grup ini sempat dikabarkan akan diambil alih melalui tender offer oleh PT Sentosa Bersama Mitra, entitas yang dikaitkan dengan pengusaha nasional Happy Hapsoro.
Kabar ini sempat memberikan sentimen positif sebelum akhirnya penyidikan Bareskrim membeku operasional perusahaan.
Bukan kali ini saja manajemen MPAM bersinggungan dengan regulator. Di bawah kepemimpinan Djajadi, perusahaan ini sempat menjadi buah bibir pada 2019 ketika OJK membubarkan enam produk reksa dananya.
Saat itu, manajer investasi terbukti menjanjikan imbal hasil pasti (fixed return)—sebuah janji yang secara regulasi dilarang dalam instrumen reksa dana pasar modal terbuka.
Kini, dengan keterlibatan Edy Suwarno sebagai pemegang saham yang juga menjadi tersangka, skandal ini berkembang dari sekadar pelanggaran administratif menjadi dugaan tindak pidana serius.
Berita Terkait
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
OJK Hormati Langkah Hukum Polri Datangi Shinhan Sekuritas Terkait Saham Gorengan
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun