Suara.com - Otoritas New York Stock Exchange (NYSE) sementara waktu akan menutup lantai bursa dan pindah ke perdagangan elektronik sepenuhnya karena wabah virus corona atau COVID-19.
Semua perdagangan elektronik dimulai pada pembukaan 23 Maret, dalam sebuah pernyataan, keputusan untuk sementara menutup lantai perdagangan merupakan langkah pencegahan guna melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan serta komunitas dalam menanggapi COVID-19.
"Sementara kami mengambil langkah pencegahan menutup lantai perdagangan, kami terus yakin bahwa pasar harus tetap buka dan dapat diakses oleh investor. Semua pasar NYSE akan terus beroperasi di bawah jam perdagangan normal meskipun ada penutupan lantai perdagangan," kata Stacey Cunningham, Presiden NYSE, mengatakan dalam pernyataan itu.
Penutupan itu sebagian sebagai hasil dari tes virus corona yang ditemukan positif dari dua orang, CNBC melaporkan Rabu (18/3/2020), mengutip Cunningham.
Fasilitas yang akan ditutup terdiri dari lantai perdagangan ekuitas NYSE di New York, lantai perdagangan American Options NYSE di New York, dan lantai perdagangan Arca Options NYSE di San Francisco.
Perdagangan yang fluktuatif telah menjadi biasa untuk ekuitas AS saat ini di tengah krisis virus corona. Dow pada Rabu (18/3/2020) merosot lebih dari 1.300 poin menjadi 19.898,92 poin, menandai penutupan pertama di bawah 20.000 sejak Februari 2017.
Sementara S&P 500 jatuh tujuh persen pada sore hari, memicu pemutus sirkuit utama yang menghentikan perdagangan selama 15 menit.
Jumlah kasus COVID-19 di Amerika Serikat telah mencapai 7.000 kasus pada Rabu (18/3/2020) pukul 13.00 waktu setempat, menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins. (Antara)
Baca Juga: Pandemi Coronavirus di Eropa, Daimler AG Tunda Rapat Pemegang Saham
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik
-
Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang
-
Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar
-
Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!
-
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
-
BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel
-
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April