Suara.com - Harga minyak dunia terus mengalami pelemahan yang luar biasa, dari awal tahun ini saja harga minyak mentah sudah anjlok lebih dari 50 persen.
Pelemahan harga ini terus berlanjut hingga hari ini akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia. Virus tersebut kekinian telah mempengaruhi permintaan akan minyak mentah.
Persediaan minyak mentah melonjak 13,8 juta barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi Amerika. Itu adalah kenaikan satu pekan terbesar sejak 2016.
Mengutip Reuters, Kamis (2/4/2020) harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, ditutup melemah 17 sen menjadi 20,31 dolar AS per barel, setelah mencapai titik terendah di posisi 19,90 dolar AS.
Sementara kontrak minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni anjlok 1,61 dolar AS atau 6,1 persen, menjadi 24,74 dolar AS per barel.
Patokan global itu turun menjadi 21,65 dolar AS pada sesi Senin lalu, tingkat terendah sejak 2002, ketika kontrak pengiriman Mei berakhir.
Pasar minyak merosot karena penurunan permintaan akibat pandemi virus corona serta lonjakan output dari Arab Saudi dan Rusia setelah pakta pasokan mengalami kegagalan bulan lalu.
Minyak mentah Brent menyusut 66 persen dalam tiga bulan pertama 2020, kerugian kuartalan terbesar yang pernah ada.
Baca Juga: Mulia, Bintang Persib Putri Lelang Jersey untuk Perangi Virus Corona
Berita Terkait
-
Gara-gara Corona, Harga Minyak Dunia Sudah Anjlok Lebih dari 50 Persen
-
Harga Minyak Terjun Bebas Akibat Corona, Paling Murah Sejak 2002
-
Harga Minyak Dunia Tembus 20 Dolar AS per Barel
-
Lagi, Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Pelemahan Permintaan
-
Harga Minyak Dunia Naik Usai AS Beri Stimulus di Tengah Pandemi Corona
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia