Suara.com - Layanan aplikasi belanja daring disebut dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam saat terjadinya pandemi Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikan peneliti lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah seperti dilansir Antara pada Jumat (10/4/2020).
"Ekonomi diprediksi memang bakal turun akibat Covid-19, namun penjualan daring setidaknya dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam," ujar Rusli.
Ia menambahkan masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhannya melalui daring, sehingga konsumsi masyarakat relatif terjaga meski tidak sebesar situasi normal sebelum terjadinya wabah Covid-19. Rusli juga mengemukakan, di sisi lain, belanja melalui daring juga mengurangi risiko penyebaran Covid-19 lebih luas.
"Belanja online dapat mengurangi interaksi, sehingga penyebaran wabah dapat lebih terkendali," ucapnya.
Meski begitu, Rusli berharap perusahaan-perusahaan yang menjajakan barang via daring dapat menyerap produk-produk yang ada di pasar tradisional agar keberadaannya tidak tergerus.
"Bisa ambil barang dari pasar tradisional, jadi enggak mati mereka," ucapnya.
Dengan begitu, menurut Rusli, pelaku usaha di pasar tradisional juga dapat merasakan manfaat teknologi di tengah perlambatan aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Pemerintah dapat mendorong perusahaan startup untuk aktif mendaftarkan pedagang tradisional agar masuk dalam daftar. Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari pedagang-pedagang kecil," katanya.
Baca Juga: Indef: Belanja Online Bisa Tahan Penurunan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19
Di tengah pandemi ini, Rusli berharap pedagang daring tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengimbau pedagang daring untuk tidak memanfaatkan situasi di tengah Covid-19 dan tetap melayani konsumen dengan baik.
"Tetap melayani masyarakat dengan baik, jangan memanfaatkan kondisi Covid-19 yang dapat merugikan konsumen," kata Suhanto.
Selain itu, dia meminta pedagang online tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan senantiasa menjaga kesehatan kerja serta menjaga jarak aman. (Antara)
Berita Terkait
-
Indef: Belanja Online Bisa Tahan Penurunan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19
-
Covid-19 Berhasil Ubah Cara Belanja Masyarakat Jadi Lebih Cepat
-
Pengamat: Situasi Sulit karena Corona Bisa Memicu Kejahatan dan Terorisme
-
Krisis Ekonomi Akibat Virus Corona Lebih Parah dari Tahun 2008
-
Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira: Ada Perppu, Artinya Krisis Cukup Gawat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG