Suara.com - Sebanyak 95 peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB) mengikuti uji kompetensi untuk direkomendasikan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Migas (LSP) ini akan menilai kemampuan para peserta pelatihan akan apa yang sudah dipelajari selama lima bulan menjalani pelatihan.
Uji kompetensi ini mundur dari jadwal sebelumnya akibat pandemi Covid-19 yang sempat menghentikan proses belajar mengajar di P2TIM selama hampir dua bulan sebagai upaya steril dan pemutusan rantai persebaran Covid-19 di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Adapun uji kompetensi ini, diadakan dengan tiga sifat untuk mengukur kemampuan keseluruhan dari para peserta, yakni ujian tertulis, wawancara serta praktik.
Anggota LSP akan melakukan verifikasi dokumen dari ke-95 peserta tersebut, yang telah dipersiapkan sebelumnya berupa satu bendel yang berisi tentang administrasi kerja aman, yakni working permit, job safety analysis, tool box talk, serta work sheet.
Dave Misman, salah satu Assessor yang ditugaskan oleh LSP Migas mengapresiasi kesigapan para siswa atau peserta pelatihan yang telah dipersiapkan secara keseluruhan oleh P2TIM.
Menurut Dave, hasil review yang dilakukan oleh assessor sebagai bagian dari BNSP akan segera didiskusikan secara pleno oleh lembaga.
“Hasil review yang kami lakukan di P2TIM-TB ini akan dibawa ke rapat pleno LSP untuk memutuskan apakah siswa atau peserta pelatihan ini kompeten atau tidak berdasarkan hasil dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh assessor yang ditugaskan,” ujar Dave dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).
Hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim LSP tersebut akan dikirimkan sebagai hasil assesment kepada BSNP sebagai bahan penilaian untuk dikeluarkannya sertifikasi profesi berdasarkan penjurusan atau konsentrasi para peserta pelatihan di bidang teknik industri dan migas serta konstruksi, sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Baca Juga: Sistem Manajemen Keselamatan Migas Perlu Dievaluasi Secara Berkala
95 peserta P2TIM-TB terbagi atas 4 kelas profesi atau konsentrasi ilmu sesuai SKKNI, yakni sebanyak 36 peserta yang menjalani uji kompetensi di bidang scaffolding atau perancah, sebanyak 20 peserta di bidang elektronik, sebanyak 20 peserta di bidang pipe fitting, dan 19 peserta di bidang rigging atau juru ikat.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kamal Mustafa yang ditugaskan sebagai assesor pembantu di bidang perancah mengatakan penilaian keseluruhan yang dinilai adalah kecekatan, skill dan atittude dari para peserta ujian.
“Kita sangat memperhatikan atittude, skill serta kedisiplinan mereka dalam menerapkan HSE (Healthy and safe environment), karena fatality atau risiko kerja di industri ini sangat tinggi, terutama untuk pekerjaan yang bekerja di ketinggian lebih dari 1,8 meter. Disiplin dalam memakai PPE (Personal Protection Equipment) itu sangat penting. Ini salah satu penilaian kami,” ungkap Kamal.
Ujian yang akan dilaksanakan selama dua hari ini akan menilai betul keseluruhan kompetensi serta kapabilitas para peserta baik itu di teori maupun praktek di lapangan.
Ekspektasi kemampuan yang setara dengan kemampuan pekerja praktis di dunia industri, migas dan konstruksi ini lah yang akan menjadi modal mereka untuk bisa berkarya sebagai tenaga-tenaga kerja handal dari Teluk Bintuni.
Keselamatan, keamanan, administrasi, disiplin serta etika kerja yang selama ini dikembangkan dari para peserta pelatihan oleh P2TIM-TB yang dioperasikan oleh Petrotekno Technical School, ditunjukkan oleh para peserta pelatihan yang menamakan diri mereka Planet, abreviasi dari Pasukan Elit Angkatan Enam Tangguh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Tak Lakukan RUPS dan Diduga Gelapkan Dana, Dirut Wanteg Sekuritas Dicopot Sementara
-
IHSG Rungkad Lagi di Awal Perdagangan Hari Ini, Kembali ke Level 8.100
-
Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya
-
Baznas Tetapkan Nisab Zakat 2026 Naik 7 Persen, Ini Alasannya
-
Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
-
Perkuat Fondasi Kelistrikan Nasional, PLN Enjiniring Akselerasi Transformasi Digital dan SDM
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung