Suara.com - BRI terus memacu proses digitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk mendukung dan membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), agar segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19.
Salah satunya dengan program Website Pasar (Web Pasar), yang merupakan terobosan BRI dalam upaya membangun ekosistem pasar yang mengusung konsep pasar online tradisional. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong konsumsi domestik dengan menggerakkan aktifitas pasar-pasar tradisional.
Di balik upaya pengembangan Web Pasar, ada peran dan kontribusi dari para tenaga pemasar mikro atau yang dikenal dengan Mantri BRI. Adalah Bayu Santosa (37), seorang Mantri BRI, yang ikut andil dalam pengembangan Web Pasar di Pasar Basah Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur.
Sejak awal Mei lalu, ia terlibat dalam proses persiapan, pengembangan dan pengimplementasian Web Pasar di Pasar Dinoyo.
“Sebelum di-input ke web, saya harus validasi ke lapangan untuk memastikan para pedagang memiliki nomor ponsel aktif, komunikasinya enak, paham menggunakan gawai, dan bersedia untuk masuk Web Pasar,” ujar lelaki asal Solo, yang kini tinggal di Karangploso, Kabupaten Malang, ketika dihubungi baru-baru ini.
Bagi pedagang pasar tradisional, berjualan secara daring merupakan hal yang baru dan tak banyak dari mereka yang ‘melek’ teknologi. Ketika Web Pasar di Pasar Dinoyo s.id/pasardinoyo diluncurkan, Bayu bersama tim memiliki tugas mengedukasi bagaimana transaksi secara online dan mengirim pesanan (delivery) melalui kurir.
Web Pasar ini menyediakan berbagai macam informasi produk yang dijual, mulai dari makanan basah (daging, ikan, sayuran), makanan kering dan produk lainnya. Dalam pelayanan, Web Pasar Dinoyo menyediakan kurir yang sudah dibekali pelatihan dan dilengkapi perangkat EDC untuk mendukung sistem pembayaran non tunai.
“Saya dan tim Pasar Dinoyo punya grup kurir tersebut. Selain melalui EDC yang dibawa oleh kurir, pembayaran juga bisa dilakukan dengan transfer langsung ke rekening pedagang,” jelas Bayu.
Saat ini ada 170 pedagang yang sudah bergabung dalam pasar online tradisional. Sosialisasi dan promosi terus dilakukan pengelola pasar untuk bisa mengajak semua pedagang di Pasar Dinoyo bisa berdagang online.
Baca Juga: Capai Target, Penyaluran Dana PEN BRI Tembus Rp 30 Triliun
Pada transformasi model bisnis, BRI mengembangkan Digital Ecosystem dengan menjadi Open Banking yang mampu melakukan kolaborasi digital secara masif, aman, dan cepat dengan berbagai mitra layanan digital seperti e-Commerce, Fintech, Ride-sharing, Agritech, dan Edutech, termasuk mengembangkan digitalisasi ekosistem pasar tradisional, yang saat ini sudah mulai mendigitalisasi lebih dari 4.300 pasar di seluruh Indonesia sebagai solusi menghidupkan pasar di tengah pandemi Covid-19, yang dikenal dengan inisiatif 'Web Pasar'.
Upaya ini merupakan wujud komitmen BRI dalam menghadirkan #BUMNSeanteroNegeri yang mendukung perkembangan UMKM untuk kemajuan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Capai Target, Penyaluran Dana PEN BRI Tembus Rp 30 Triliun
-
Berkat Tambahan Modal BRI, Pelaku UMKM di Lampung Mampu Buka Bisnis Baru
-
Restrukturisasi Kredit Melandai, BRI Mulai Fokus ke Pelaku UMKM
-
Dengan QRIS, Transaksi BRIS Online Jadi Mudah, Cepat dan Aman
-
Diteriaki Maling, Pencuri Mobil BRI Ngumpet di Rumah Anggota DPRD Solo
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS