Suara.com - Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19 yang terhambat menyebabkan penumpukan baru pasokan minyak global, mendorong perusahaan minyak dunia seperti Trafigura dan lainnya untuk kembali memesan sejumlah kapal tanker untuk menyimpan jutaan barel minyak mentah dan olahan di laut.
Penggunaan kapal tanker untuk menampung minyak di laut yang disebut floating storage menjadi opsi dikarenakan kilang-kilang yang ada sudah mendekati kapasitas maksimal.
OPEC sekarang memperkirakan permintaan minyak global tumbuh 6,6 juta barel per hari menjadi rata-rata 96,9 juta barel per hari tahun depan.
Perkiraan yang diperbarui ini juga lebih rendah 400.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya. Lockdown sebagian yang diterapkan kembali di kebanyakan belahan dunia memperlambat pemulihan permintaan minyak selama sisa tahun 2020.
Namun produksi minyak meningkat lagi. Sementara OPEC + memangkas produksi minyak sebanyak 10,7 juta barel per hari pada Mei hingga Juni, pemangkasan produksi minyak diturunkan menjadi 7,6 juta barel per hari mulai Juli dan turun lebih lanjut menjadi 5,6 juta barel per hari setelah Desember.
Ini akan meningkatkan produksi setidaknya 5,1 juta barel per hari sampai Jan 2021 tanpa memperhitungkan peningkatan produksi dari negara penghasil minyak lainnya.
Norwegia sendiri meningkatkan produksi minyaknya menjadi 1,7 juta barel per hari selama bulan Juli dan Libya diperkirakan akan segera kembali ke tingkat produksi minyak sebelumnya sebesar 1,2 juta barel per hari, suatu peningkatan gabungan sebesar 1,4 juta barel per hari.
Selain itu, beberapa anggota OPEC + memproduksi minyak jauh lebih banyak daripada kuota mereka. International Energy Agency memperkirakan dalam laporan pasar minyaknya yang banyak diperhatikan kalangan minyak bahwa UEA memompa 3 juta barel per hari di bulan Juli.
Menurut Petro-Logistics SA, yang melacak pergerakan pengiriman minyak internasional, negara itu memasok lebih dari itu pada Agustus.
Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Tabrak Jamban, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Ini jauh lebih banyak dari kuota mereka yang sebesar 2,6 juta barel per hari. Nigeria, Irak, Rusia dan Kazakhstan juga melampaui kuota mereka selama periode Mei hingga Juli. Faktanya, total kelebihan produksi bisa mencapai 2,0 juta barel per hari melebihi kuota mereka.
Hal ini menjadi perhatian utama para perusahaan minyak karena pemicu utama perang harga minyak yang dimulai pada Maret 2020 adalah kelebihan produksi dari berbagai anggota OPEC +.
"Ketika salah satu negara inti OPEC+ gagal memenuhi target kepatuhannya, hal itu menimbulkan pertanyaan pasar tentang keberlanjutan seluruh kesepakatan pemangkasan produksi minyak," kata Bill Farren-Price, direktur konsultan RS Energy Group ditulis Kamis (24/9/2020).
Ketika ada lebih banyak produsen minyak yang tidak patuh, risiko terulangnya perang harga minyak meningkat.
Dalam perang harga minyak di bulan Maret, kelebihan produksi minyak yang sangat besar ditambah produksi Arab Saudi yang mencapai lebih dari 12 juta barel per hari dibandingkan dengan permintaan minyak yang masih sangat lemah menyebabkan melimpahnya minyak yang harus disimpan di kapal tanker minyak.
Penggunaan kapal tanker minyak ini secara signifikan sebagai tempat penyimpanan terapung menyebabkan tarif kapal tanker minyak melonjak ke posisi tertinggi dalam sejarah karena pasokan kapal berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut
-
Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi