Suara.com - Tanamkan jiwa kepemimpinan dalam memaksimalkan potensi milenial, milenial Pupuk Kaltim gelar Millennials Talk 4.0 bertema Leadership for Next Generation, bersama Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.
Kegiatan yang diikuti hampir 1.000 partisipan milenial dan senior Pupuk Kaltim ini diawali pengenalan diri Rahmad Pribadi mulai masa kecil di Yogyakarta, pengalaman menempuh pendidikan di Texas dan Harvard University, suka duka merintis karir di bidang migas, dipercaya menduduki jabatan strategis di BUMN dan kini menjadi orang nomor satu di Pupuk Kaltim.
Diungkapkan Rahmad, guna mencapai kesuksesan, penting bagi milenial untuk berpikir kritis dan strategis, sebagai jatidiri dalam menentukan sikap terhadap suatu keputusan.
Hal ini perlu dipahami milenial Pupuk Kaltim, mengingat estafet kepemimpinan Perusahaan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan karir maupun tanggungjawab milenial ke depan.
“Prinsip saya, kesuksesan itu jika generasi selanjutnya bisa lebih sukses dan jauh lebih baik dari saya. Itu yang selalu saya tekankan, karena esensi sukses bukan tentang diri, tapi menjadikan orang lain bisa lebih baik dari kita,” papar Rahmad Pribadi dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).
Menurut Rahmad, kerjasama dan saling dukung merupakan kunci selanjutnya dari kesuksesan, karena sesuatu bisa tercapai dengan baik dan optimal jika dikerjakan secara kolektif.
Semangat ini pula yang diharap tertanam dalam diri milenial Pupuk Kaltim, sehingga implementasi kinerja mampu mencapai realisasi target yang diharapkan, khususnya terkait pengembangan bisnis Pupuk Kaltim.
“Membuka ruang diskusi dan saling berbagi tentang suatu hal juga penting untuk dilakukan, karena kita bisa mendapat masukan maupun pengalaman baru dari apa yang didiskusikan,” tambahnya.
Sesuai dengan istilah yang disematkan, milenial identik dengan kecepatan, baik dalam mendapatkan informasi maupun melakukan strategi ataupun inovasi baru.
Baca Juga: Disabilitas Jadi Lebih Produktif di Kampung Aren Besutan Pupuk Kaltim
Hanya saja penting untuk memahami bagaimana kecepatan itu bisa memberi hasil optimal, dengan melakukan sesuatu sesuai proses yang semestinya.
Milenial sebagai potensi yang berpengaruh kuat terhadap kemajuan Perusahaan, butuh keteraturan bekerja dan komitmen untuk mampu mengikuti perkembangan, sehingga kerangka berpikir maupun strategi yang dijalankan pada tatanan industri mampu mengantisipasi ancaman disrupsi yang terjadi.
“Untuk itu perlu bagi kita merumuskan suatu format, agar milenial Pupuk Kaltim mampu berpikir out of the box dengan berbagai ide segar, tanpa harus selalu bergantung pada struktural,” lanjut Rahmad.
Rahmad menilai potensi milenial Pupuk Kaltim sangat besar, hanya saja butuh ruang gerak dan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kapasitas diri.
Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara maksimal, Rahmad Pribadi yakin Pupuk Kaltim sebagai anak usaha Pupuk Indonesia mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi negara, melalui pengembangan berbagai peluang hilirisasi industri dan turunan dalam mendukung core bisnis utama.
“Seluruh upaya itu bisa dicapai jika milenial mampu menggali potensi diri secara optimal. Sebab saya akan merasa berhasil jika suatu ketika Pupuk Kaltim jauh lebih sukses dibanding saat saya memimpin, dan itu ada di tangan milenial,” pungkas Rahmad Pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS