Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemeperin) mengapresiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang telah melakukan langkah sinergi dengan pemerintah terkait upaya pemulihan ekonomi nasional.
Sebab, upaya strategis tersebut diyakini dapat menarik investasi baru sekaligus menjadi stimulus untuk membangkitkan ekonomi daerah di tengah tekanan dampak Pandemi Covid-19.
"Kami menyambut baik salah satu program yang dicanangkan oleh Kadin Indonesia melalui Kadin Kepri, yakni Batam Bintan Karimun (BBK) Murah. Kami melihat bahwa program ini akan berdampak positif pada upaya pemulihan ekonomi khususnya di Provinsi Kepulauan Riau," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Bintan, Kepulauan Riau, dalam keterangan persnya di Jakarta pada Minggu (27/9/2020).
Menurut Agus, program BBK Murah bakal menjadi daya tarik bagi para investor. Sebab, nilai UMP dan UMK di BBK terbilang kompetitif, serta harga sewa lahan dan pabrik siap pakai di Kawasan Industri BBK juga sangat bersaing dengan harga lahan kawasan industri khususnya di Jawa, tuturnya.
Di samping itu, kegiatan produksi di Batam cenderung memiliki harga lebih terjangkau. Kemudian, biaya infrastruktur dasar seperti gas, listrik dan pelabuhan juga sangat bersaing.
"Kami mendorong agar dilakukan sinergi dalam mendukung program ini, baik tingkat kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maupun pengusaha dan asosiasi industri," imbuhnya.
Menteri AGK menambahkan, adanya program BBK Murah ini, pemerintah bersama stakeholders juga siap menyediakan insentif yang dibutuhkan para investor seperti keringanan pajak dan retribusi daerah, sewa lahan yang murah, kemudahan perizinan, stimulus bagi IKM, dan cicilan uang wajib tahunan (UWT) BP Batam.
Hal senada disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pihaknya berharap BP Kawasan dan pemerintah daerah bersama-sama menyukseskan program BBK Murah ini, dengan memberikan insentif pajak daerah, layanan utilitas terjangkau, pelayanan perizinan mudah dan tidak berbelit, serta dukungan keamanan yang memberikan rasa nyaman bagi investor.
"Pengembangan industri berbasis klaster melalui Super Hub di daerah-daerah tersebut akan mendorong pemerataan ekonomi antar daerah," ujarnya.
Baca Juga: Tawaran Investasi Ilegal Ini Bikin Rugi Masyarakat di Tengah Pandemi
Menurut Airlangga, hingga kini tercatat 11 perusahaan yang telah bernegosiasi final, dengan nilai investasi yang ditargetkan sebesar 550 juta dolar AS dan tenaga kerja yang akan diserap mencapai 1.500 orang.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengungkapkan, pihaknya tetap semangat untuk melakukan terobosan dan jemput bola kepada para investor di luar negeri, meski di masa Covid-19 tantangannya besar.
"Investasi yang masuk ke Indonesia ditujukan untuk penciptaan lapangan kerja, terutama pada masa pandemi ini. Untuk program BBK Murah tak hanya berupa sewa lahan gratis, tapi juga dari segi insentif. Hal itu akan meningkatkan iklim usaha menjadi lebih baik," jelasnya.
Ketua Kadin Kepulauan Riau, Akhmad Maruf Maulana mengatakan, program BBK Murah merupakan paket stimulus berupa pemberian sewa lahan gratis selama lima tahun di lokasi yang berada di wilayah FTZ Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang.
Murah dalam arti terjangkau dan juga memiliki nilai kompetitif yang lebih baik dengan dukungan insentif yang melekat dalam status FTZ di BBK.
Lahan yang sudah tersedia antara lain sekitar 50 hektar di FTZ Batam, 500 hektar di Karimun, dan 1.000 hektar di Bintan, sebutnya.
Peluncuran Program BBK Murah di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai bentuk kepedulian pengusaha yang merupakan ujung tombak untuk menuju kebangkitan dan pemulihan ekonomi di Kepri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
Dugaan Penggelapan Rekrutmen BLUD RSUD Karanganyar, Polisi Telusuri Aliran Dana
-
Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp
-
Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?
-
Nikmati Cashback Rp45 Ribu di Marugame Udon Pakai QRIS BRImo
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua
-
Persib Bandung vs Persija, Igor Tolic: Bukan Soal Bermain Indah, Tapi Menang!