Suara.com - Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi undang-undang (UU) akhirnya terlaksana pada Senin (5/10/2020). Langkah ekstra cepat pemerintah dan DPR ini terbilang kilat dibandingkan dengan pembahasan RUU lain.
Menanggapi hal tersebut mantan Menteri BUMN era Presiden SBY, Dahlan Iskan pun buka suara, menurut dia pemerintah sekarang sedang ingin cepat menyelesaikan persoalan peraturan yang berbelit-belit demi menggairahkan perekonomian dengan izin yang sangat ramah buat kalangan pengusaha.
"Pemerintah sekarang ini berusaha menyelesaikannya. Lewat penggabungan menjadi satu, UU Cipta Kerja ini. Tempulu DPR -nya tidak rewel. Tempulu DPR lagi baik-baik kepada pemerintah," kata Dahlan dikutip dari disway.id, Selasa (6/10/2020).
Namun yang jadi persoalan kata mantan bos PLN tersebut adalah perlawanan terhadap UU ini masih terjadi dari kalangan buruh, salah satu yang paling mencuat adalah soal PHK, dan kekhawatiran tak dapat pesangon.
"Tapi tenaga kerja pasti akan berontak dengan lahirnya UU Cipta Kerja ini. Sejak awal pun pasti sudah diketahui, tanaga kerjalah yang akan terkena langsung," katanya.
Karena itu kata dia, judul UU ini pun sebenarnya sudah dipilih yang paling bersahabat dengan perasaan tenaga kerja yakni UU Cipta Kerja.
"Dikira dengan judul itu tenaga kerja akan manggut-manggut dan berdecak kagum," ucap Dahlan.
"Kalau saya lebih setuju dengan blak-blakan saja, UU Peroketan Perekonomian Nasional atau nama lain yang lebih jujur. Tujuan utamanya toh itu, menggairahkan kehidupan ekonomi. Bahwa setelah ekonomi maju akan berdampak terciptanya lapangan kerja itu adalah sunatullah," tambahnya.
Tapi kata dia politik memang mengajarkan jujur saja tidak cukup. Harus pandai juga berkelit.
Baca Juga: Pergantian Direksi Libatkan Komisaris, Dahlan Iskan Sepakat Dengan Ahok
"Maka ke depan ini tantangannya di luar DPR aksi buruh. Menteri ketenagakerjaan akan sulit tidur. Tapi ini sudah di luar kemampuan seorang menteri. Ini sudah menyangkut keamanan dan kestabilan nasional," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange