Suara.com - Pengamat Sosial, Devie Rahmawati menilai dunia industri tanah air saat ini lebih cenderung memilih pekerja lulusan dari daerah atau perguruan tinggi luar negeri.
Devie mengatakan hal itu sudah terbukti dalam penelitian yang dilakukannya dengan cara wawancara terhadap 50 pengusaha atau CEO sepanjang 2018-20219.
"Mereka lebih mau memperkerjakan anak daerah dan anak Indonesia yang lulusan luar negeri,” kata Devie dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Peta Jalan Pendidikan bersama Komisi X DPR RI, Rabu (11/11/2020).
Devie menjelaskan, para CEO itu berpandangan bahwa pekerja lulusan dari daerah atau perguruan tinggi luar negeri memiliki etos kerja yang lebih tinggi daripada "produk dalam negeri".
"Ketika mereka minta gaji Rp 10-15 juta, itu mereka bisa memberikan produktivitas Rp 20-25 juta, beda dengan lulusan Indonesia menilai dirinya terlalu tinggi, tapi mereka tidak mampu memberikan yang semestinya pada nilai gaji yang diberikan pada mereka," ungkapnya.
Selain itu, karakter lulusan dalam negeri juga cenderung tidak menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas, ketika ada masalah maka berhenti dan tidak berusaha mencari solusi atas pekerjaan yang mangkrak tersebut.
"Memang generasi ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi, mereka tidak suka diawasi dan deadline yang padahal menjadi DNA industri, lalu kepercayaan diri yang terlalu tinggi,” ucapnya.
Devie menambahkan, di masa pandemi Covid-19 ini, para pengusaha pasti akan mencari pekerja yang berpengalaman bukan lulusan baru (fresh graduate), sehingga perusahaan bisa bekerja secara efisien.
"Di era krisis seperti sekarang, kami mengharapkan ada Superman dan Superwoman, orang yang bisa melakukan multitasking dan compliment dengan tuntutan industri. Ini menjadi catatan serius, bagaimana industri kita bisa tertolong jika SDM institusi pendidikan tidak bisa menjawab itu," imbuh Devie.
Baca Juga: Imbas Pandemi, Pengamat: Industri Pilih Profesional Ketimbang Lulusan Baru
Berita Terkait
-
Imbas Pandemi, Pengamat: Industri Pilih Profesional Ketimbang Lulusan Baru
-
Penelitian UI Ungkap Cara Cegah Kematian karena Serangan Jantung
-
Lindungi Buruh SKT, Pemda Minta Kenaikan Cukai Rokok Dipertimbangkan
-
Sinergi Disperindag Kota Yogyakarta dalam Mendukung IKM Lokal
-
AirAsia Unlimited Pass Diharapkan Kembali Gairahkan Industri Penerbangan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi