Suara.com - Summarecon Bandung (PT Mahkota Permata Perdana) kembali melengkapi fasilitas komersial di dalam kawasannya. Kali ini anak usaha PT Summarecon Agung Tbk tersebut menghadirkan Setiabudhi Supermarket, yang dikenal sebagai supermarket ternama di Kota Bandung penyedia produk-produk kebutuhan sehari-hari untuk kelas menengah atas sejak tahun 1970 dan menjadi tujuan belanja para ekspatriat.
Kedua belah pihak yang diwakili Hindarko Hasan selaku Executive Director Summarecon Bandung, dan Atjen Tanuwidjaja selaku pemilik Setiabudhi Supermarket, melakukan penandatanganan perjanjian pokok dan PPJB di Balerea, Plaza Summarecon Bandung, Kota Bandung.
Setiabudhi Supermarket Summarecon Bandung akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Supermarket ini bakal mengusung konsep futuristic lifestyle living market dilengkapi dengan area food court, home living, toko buku, barbershop, elektronik, butik, dan education center.
Komoditas bahan pangan berkualitas baik dalam dan luar negeri akan tersedia untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Tak lupa produk-produk seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging segar, dan bahan masakan dari berbagai negara akan dijumpai di sini.
Hadirnya Setiabudhi Supermarket merupakan upaya yang dilakukan Summarecon Bandung untuk terus melakukan pengembangan kawasan berskala kota.
Supermarket ini semakin melengkapi fasilitas lainnya seperti Rumah Sakit Santo Borromeus, Sekolah Islam Al Azhar, Sekolah Santo Aloysius, ITB Innovation Park, Summarecon Mall Bandung, Gerai Pelayanan Publik Kota Bandung, kawasan taman dan danau, gedung perkantoran, area komersial, dan tentunya hunian.
“Kami bersyukur hari ini telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian antara Summarecon Bandung dengan Setiabudhi Supermarket. Setiabudhi Supermarket adalah supermarket dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari dan lainnya serta pelayanan yang berkualitas dan memenuhi selera kelas menengah atas dan juga ekspatriat. Kehadiran Setiabudhi Supermarket di Summarecon Bandung sangatlah cocok dan tentunya akan memberikan added value baik bagi Summarecon Bandung maupun Setiabudhi Supermarket,” ujar Executive Director Summarecon Bandung, Hindarko Hasan dalam keterangannya, ditulis Senin (7/12/2020).
Setiabudhi Supermarket
Pada tahun 1970 berlokasi di Jalan Dr. Setiabudi Kota Bandung, Setiabudhi Supermarket mulai didirikan dari sebuah warung kecil di pekarangan rumah.
Baca Juga: Summarecon Mutiara Makassar Mulai Serah Terima Cluster Jade dan Beryl
Seiring berjalannya waktu, usaha ini terus tumbuh dan berkembang menjadi toko yang lebih besar, dan karena kualitas barang yang dijualnya semakin banyak dicari maka toko tersebut makin meluaskan bangunannya menjadi supermarket.
Saat itu banyak warga negara asing yang tinggal di sekitar Jalan Dr. Setiabudi, maka produk-produk impor semakin diperlengkap. Setiabudhi Supermarket selama bertahun-tahun menjadi pilihan utama masyarakat khususnya ekspatriat dan high-end consumer untuk mencari barang-barang kebutuhan impor berkualitas.
Menurut Atjen Tanuwidjaja, alasan Setiabudhi Supermarket bergabung dengan Summarecon Bandung adalah karena Summarecon Bandung dinilai berhasil menjadikan sebuah kawasan berskala kota yang ramah, nyaman, strategis, dan didukung kemudahan akses yang sangat cocok dengan kualitas layanan dan produk Setiabudhi Supermarket.
Pertimbangan yang lain, Bandung timur mengalami perkembangan yang sangat pesat.
“Setiabudhi Supermarket Summarecon Bandung akan tetap mempertahankan konsep sebagai penyedia produk lokal dan impor berkualitas. Sejak awal berdiri, Setiabudhi Supermarket selalu berusaha membuat konsumen merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri. Kami berharap bisa bersinergi dengan Summarecon Bandung untuk tumbuh dan berkembang bersama-sama,” ujarnya.
Pembangunan Setiabudhi Supermarket di Summarecon Bandung akan mengadaptasi segala fasilitas yang telah dijalankan dengan dilengkapi perkembangan teknologi digital untuk mengoptimalkan pelayanan. Moto “we are proud to serve you” akan selalu dijalankan demi kualitas pelayanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026