- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memberikan insentif pajak bagi investor pasar modal Indonesia dalam enam bulan mendatang.
- Pemberian insentif tersebut bergantung pada keberhasilan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) yang diluncurkan oleh pihak OJK.
- OJK meluncurkan program PINTAR di Jakarta untuk memperdalam pasar modal serta meningkatkan partisipasi investor domestik dalam ekonomi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Pemerintah siap memberikan insentif pajak untuk para pemain saham di pasar modal Indonesia.
Namun Menkeu Purbaya memberikan syarat kalau insentif bakal diberikan apabila Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjalan sesuai rencana dalam enam bulan ke depan.
"Kalau nanti programnya jalannya bagus, let's say enam bulan dari sekarang, bolehlah datang ke saya minta insentif. Saya pertimbangkan," kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (29/4/2026).
Purbaya berpandangan kalau program PINTAR ini sangat baik karena bakal menghimpun dana masyarakat untuk investasi di pasar modal dengan lebih aman.
"Karena mereka kan di-manage oleh manajer investasi yang berpengetahuan cukup sehingga uang mereka akan mungkin hilangnya sedikit," ucap dia.
Bendahara Negara berpandangan kalau program PINTAR ini adalah salah satu langkah untuk memperdalam pasar modal. Dalam pengertiannya, akan lebih banyak investor domestik yang bermain.
"Sehingga pasar modal kita tidak gampang digoyang oleh orang-orang asing yang iseng, yang tidak suka kita selama fundamental ekonomi kita baik," jelasnya.
Diketahui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana.
Hal ini sebagai langkah strategis memperdalam pasar modal nasional. Melalui instrumen investasi reksa dana, program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat luas dalam membangun kemandirian finansial.
Baca Juga: Beda Nasib! Malaysia Turunkan Pajak saat Harga Diesel Melambung, RI Malah Sebaliknya?
Inisiatif OJK tersebut diharapkan dapat mempercepat akses keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi yang aman dan terjangkau.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan para petinggi otoritas ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat integritas pasar modal Indonesia, serta memperluas basis investor domestik sebagai pilar utama pembiayaan ekonomi jangka panjang.
Adapun, program ini merupakan bagian dari delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal. Menurutnya, penguatan integritas tidak hanya bertumpu pada tata kelola, tetapi juga pada partisipasi publik.
“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” ujar Friderica di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Berita Terkait
-
Beda Nasib! Malaysia Turunkan Pajak saat Harga Diesel Melambung, RI Malah Sebaliknya?
-
Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya
-
Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji
-
Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik
-
Menperin Bocorkan Nasib Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta dari Menkeu Purbaya
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal