Bisnis / Makro
Selasa, 02 Februari 2021 | 18:47 WIB
Poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. (Ist)

Suara.com - Holding Rumah Sakit (RS) BUMN, PT Pertamina Bina Medika IHC menegaskan tak ada layanan vaksinasi mandiri alias berbayar di RS Pelni. Dalam hal ini, RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin.

Sebelumnya bereda poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. Dalam poster itu, memuat jenis vaksin hingga biaya layanan vaksinasi tersebut.

Corporate Secretary Pertamedika IHC, M Sonny Irawan, mengatakan informasi yang beredar mengenai layanan vaksinasi Covid-19 di RS Pelni adalah informasi yang dikeluarkan RS Pelni pada hari ini.

"Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut kami memutuskan untuk menarik informasi tersebut," ujar Sonny dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Sonny menuturkan, terkait dengan harga layanan, informasi tersebut bukan merupakan informasi resmi.

Menurutnya, program vaksin yang berjalan adalah program vaksin pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

Poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. (Ist)

"Sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid-19, IHC dan Grup RS dibawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin," imbuhnya.

Sonny menambahkan. seluruh program vaksin merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan dan sampai saat belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.

"Atas kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang timbul, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," tukasnya.

Baca Juga: LIVE: Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap Keempat di Bandara Soekarno-Hatta

Load More