Suara.com - Lagi-lagi jagat maya kembali heboh setelah tagar #shopeebikinmalu sempat bertengger sebagai trending topic di platform media social, Twitter, selama beberapa waktu. Netizen diketahui ramai-ramai menghujat Shopee e-commerce yang berbasis di Singapura itu sebagai plagiat lagu sebuah Girl Band asal Korea dalam penayangan iklan promo terbarunya.
Hujatan dari netizen ini merupakan kali kedua yang dialami perusahaan asal Singapura tersebut. Minggu lalu, netizen menghujat Shopee karena menggunakan cerita korban kekerasan seksual sebagai konten iklan di salah satu akun gosip. Imbasnya, tagar #uninstallshopee sempat mengemuka pada 2 februari lalu.
Shopee memang baru saja meluncurkan iklan promo baru menjelang Shopee 3.3 Fashion Sale yang berlaku mulai 8 Februari hingga 31 Maret 2021. Iklan promo itu ikut diramaikan artis-artis papan atas ibukota, seperti Nikita Willy dan Adipati Dolken.
Namun bukan sang artis yang menjadi sumber hujatan para netizen, melainkan soundtrack iklan tersebut. Para netizen menyoroti bahwa Shopee diduga telah menggunakan lagu salah satu Girl Band terkenal asal Korea, Oh My Girl (OMG), berjudul “Dolphin” sebagai soundtrack iklannya namun dengan lirik yang diubah sesuai dengan tema promo teranyar dari e-commerce tersebut.
Atas ulahnya tersebut, Netizen yang mengaku fans OMG ataupun pecinta K-Pop menilai Shopee telah mempermalukan OMG dan menuntut e-commerce itu untuk meminta maaf kepada grup band wanita asal Korea itu.
“We demand your apology. At least undang mereka so that they got paid after what you guys have done. #ShopeeBikinMalu,” tulis akun @kelucuanku yang sudah di-retweet lebih dari 200 kali.
Seorang pengguna Twitter lainnya, @peternakucing, juga mengungkapkan kekecewaannya atas ulah Shopee itu dengan menulis “Shopee gimana nih pertanggungjawabannya masa mau viral tapi pake lagu orang heum #shopeebikinmalu,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan sudah lebih dari 7.000 akun yang ikut memasang tagar #shopeebikinmalu. Sementara itu, beberapa jam setelah hashtag itu meluncur, Shopee diketahui telah menurunkan materi iklan promo tersebut dari akun resminya, @ShopeeID, sekaligus menjawab komentar akun @banaomg:
“Hi Kak, terima kasih masukannya. Shopee berkomitmen utk menjadi lebih baik. Komponen materi promosi yang digunakan tidak melanggar hak cipta dan iklan kami menggunakan notasi yg berbeda dari lagu yang dimaksud. Namun demi kenyamanan bersama kami akan mengganti lagu dari iklan tersebut.”
Baca Juga: Peningkatan Transaksi Digital E-Commerce Shopee Masa Pandemi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!
-
Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak
-
Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya
-
Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen