Bisnis / Makro
Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB
Lotte Chemical Indonesia (LCI) prioritaskan alokasi persediaan produk dan kapasitas produksi yang tersedia saat ini sebagian besar untuk pasar domestik Indonesia (Dok: LCI)

Suara.com - Lotte Chemical Indonesia (LCI) terus berupaya menjaga stabilitas pasokan bagi industri hilir dan manufaktur nasional di tengah meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Gangguan di kawasan Selat Hormuz telah berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan LPG.

Menghadapi kondisi tersebut, LCI secara aktif melakukan berbagai langkah alternatif untuk mengamankan pasokan bahan baku dari sumber-sumber lain demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Cho, Jin-Woo selaku Direktur Management Support PT Lotte Chemical Indonesia, menegaskan bahwa LCI memprioritaskan alokasi persediaan produk dan kapasitas produksi yang tersedia saat ini sebagian besar untuk pasar domestik Indonesia. Distribusi pasokan dilakukan secara terukur guna menjaga stabilitas industri hilir nasional.

“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ujar Cho.

Sejalan dengan upaya tersebut, LCI juga melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“LCI hingga saat ini masih beroperasi namun dengan menurunkan tingkat produksinya, dikarenakan rute pengadaan bahan baku telah diubah akibat hambatan logistik yang ada. Kami mengevalusi setiap hari untuk memastikan situasi terkini yang transparan seiring berkembangnya kondisi,” lanjut Cho.

Untuk mengatasi hal ini, LCI mencari dukungan strategis dari Pemerintah Indonesia, dengan mengidentifikasi setidaknya empat poin penting untuk intervensi: penyederhanaan regulasi untuk mempercepat proses impor bahan baku, penerapan bea masuk 0% untuk LPG sebagai bahan baku, dan bantuan fiskal sementara untuk mengimbangi lonjakan eksponensial dalam krisis rantai pasokan global ini, termasuk bantuan untuk mengupayakan jalur keluar yang aman bagi kapal pengangkut bahan baku LCI yang saat ini tertahan di Selat Hormuz.

Cho juga menegaskan bahwa dukungan tersebut akan memberikan keamanan yang sangat penting, tidak hanya untuk situasi saat ini tetapi juga untuk industri domestik yang lebih luas di masa depan.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu memastikan ketersediaan energi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.

LCI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama para pelanggan serta para pemangku kepentingan serta menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga transparansi komunikasi dan keberlanjutan pasokan selama periode yang penuh tantangan ini.***

Baca Juga: DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual

Load More