- Pemerintah alokasikan Rp1,2 triliun untuk 206 proyek infrastruktur di Bali pada 2026.
- Sektor sumber daya air jadi prioritas dengan 139 paket pekerjaan senilai Rp720,2 miliar.
- Strategi fokus pada konektivitas, perlindungan wilayah, dan pelayanan dasar di Pulau Dewata.
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tancap gas mempercantik infrastruktur di Provinsi Bali pada tahun anggaran 2026. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 206 paket pekerjaan disiapkan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp1,2 triliun.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa ratusan proyek tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas, perlindungan wilayah, hingga pemenuhan pelayanan dasar di Pulau Dewata.
"Secara keseluruhan, terdapat 206 paket pekerjaan dengan total pagu Rp1,2 triliun," ujar Diana dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dalam rinciannya, Diana memaparkan bahwa porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk sektor sumber daya air. Hal ini krusial mengingat tantangan lingkungan dan kebutuhan irigasi serta air baku di Bali yang terus meningkat.
- Sektor Sumber Daya Air: 139 paket pekerjaan senilai Rp720,2 miliar.
- Ditjen Bina Marga: 62 paket pekerjaan senilai Rp269 miliar.
- Ditjen Pembiayaan Infrastruktur: 3 paket pekerjaan senilai Rp230,9 miliar.
- Ditjen Cipta Karya: 2 paket pekerjaan senilai Rp51,5 miliar.
Diana menjelaskan, pembangunan di Bali pada 2026 tidak dilakukan secara acak, melainkan menggunakan strategi tiga lapis yang terintegrasi.
"Strategi pembangunan PU di Bali tahun 2026 tertumpu pada tiga lapis utama, yaitu perlindungan wilayah, konektivitas, serta penguatan pelayanan dasar dan prasarana strategis," imbuhnya.
Ia menekankan bahwa Bali memegang peran ganda yang sangat vital. Selain sebagai wajah pariwisata nasional, Bali merupakan simpul mobilitas dan ruang hidup masyarakat yang kerap menghadapi tekanan lingkungan hebat.
Merespons paparan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lazarus, memberikan catatan penting. Mengingat kompleksitas persoalan di Bali mulai dari kemacetan hingga degradasi lingkungan ia meminta pemerintah konsisten dalam mengeksekusi proyek tersebut.
"Saya pikir ini perlu kita cicil. Perlu kita cicil untuk setiap tahun bisa kita tuntaskan satu per satu. Ini PR berat yang ada di Bali," pungkas Lazarus.
Baca Juga: Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?