Bisnis / Makro
Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka lowongan CPNS untuk 300 lulusan SMA di DJBC pada Mei 2026.
  • Rekrutmen ini bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja teknis lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu tersebut.
  • Anggaran untuk pelaksanaan proses seleksi pegawai baru tersebut telah tersedia dan berada di bawah Kementerian PANRB saat ini.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal membuka lowongan kerja baru di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya berencana membuka lowongan kerja untuk 300 lulusan SMA yang diumumkan pada Mei 2026 mendatang. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan lowongan kerja Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kemenkeu.

"Jadi kalau di Keuangan sendiri kita enggak lama. Karena seperti yang dibilang dulu kan, buka di Bea Cukai, 300 anak lulusan SMA," katanya di Kantor Kemenkeu, dikutip Rabu (8/4/2026).

Ilustrasi Bea Cukai. Foto: Petugas Bea Cukai Malang pada saat melakukan razia rokok ilegal pada salah satu toko yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Bea Cukai Malang)

Bendahara Negara mengakui kalau lowongan CPNS itu sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Namun berbulan-bulan setelahnya masih belum terealisasi.

Purbaya juga mengungkapkan kalau Kemenkeu memerlukan pegawai Bea Cukai baru karena pekerjaan mereka bersifat teknis di lapangan.

"Sudah berapa bulan enggak jadi-jadi. Saya bilang, eksekusi saja. Karena saya perlu orang di Bea Cukai yang level, pekerjanya yang betul-betul di level teknis, di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka ya," beber dia.

Lebih lanjut Purbaya mengakui kalau anggaran untuk rekrutmen CPNS ini sudah ada di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

"Ada di MenPan (MenPANRB), harusnya sih ada," jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Load More