Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Bank BRI untuk pembiayaan Sistem Resi Gudang atau SRG. Hal ini agar SRG yang telah dibangun bisa beroperasi.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, Kemendag telah membangun hampir 200 SRG. Akan tetapi, beberapa dari SRG masih belum berfungsi sebagai mana mestinya karena masalah pembiayaan.
Menurut Jerry, bidang bisnis BRI sangat berkaitan erat dengan SRG, khususnya di sektor pertanian, peternakan dan kegiatan ekonomi rakyat lainnya.
"Tentu tidak membatasi hanya BRI saja, semua bank yang berminat tentu akan diterima. Tetapi BRI memang sudah lama terjun dalam pembiayaan ekonomi rakyat dan UMKM. SRG ini banyak bersentuhan dengan bidang bisnis BRI, jadi akan sangat baik kalau kita berkolaborasi," ujar Jerry dalam keterangannya, Senin (1/3/2021).
SRG memang banyak bersentuhan dengan ekonomi kerakyatan. Dalam fungsinya sebagai penyokong ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga, SRG menggarap beberapa komoditas penting seperti bawang merah, cabai, beras, daging ayam, dan lain-lain.
Fungsinya menggantikan peran tengkulak. Dari produsen misalnya petani atau peternak, bahan pokok dibeli oleh pengelola SRG dengan harga yang baik.
SRG mengelola sistem logistik bahan pokok itu agar harganya tidak jatuh saat panen raya dan naik tinggi saat sedang musim tanam.
"Jadi SRG ini fungsinya sangat penting di semua layer. Bagi produsen, ini bisa membantu mereka mendapatkan harga yang wajar, tidak fluktuatif dan tidak dipermainkan oleh tengkulak. Dari mata rantai pasokan ini menjamin ketersediaan barang dan keterjangkauan harga. Bagi ekonomi nasional fungsinya lebih banyak lagi," urainya.
Jerry menambahkan, Bank berfungsi dalam menjamin pembiayaan. Mereka bekerjasama dengan pengelola gudang agar produsen bisa mendapatkan manfaat berupa pembayaran yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk produksi selanjutnya.
Baca Juga: Nasabah Bisa Ganti Kartu ATM Ber-chip di Semua Cabang BRI, Tak Perlu Bayar!
BRI menurut Jerry punya kapasitas dan pengalaman yang sangat panjang dalam hal ini. Jaringan BRI di daerah-daerah diyakini Wamendag sangat kuat sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
"Setiap bank tentu punya keunggulan dan spesialisasi masing-masing. Intinya kita akan mengajak semua. SRG adalah bisnis berbasis ekonomi riil yang menarik dan kalau dikembangkan akan menguntungkan semua pihak. Kalau semua untung tentu dalam jangka panjang perbankan juga untung," pungkas Jerry.
Berita Terkait
-
Nasabah Bisa Ganti Kartu ATM Ber-chip di Semua Cabang BRI, Tak Perlu Bayar!
-
Jaga Kualitas Kredit di Masa Pandemi, Rasio NPL BRI di Bawah Industri
-
Pengundian BritAma FSTVL Hadirkan Pesta Hiburan dan Hadiah
-
Waspada Skimming, Ini Tips Aman Bertransaksi Perbankan Saat Pandemi
-
Tegas ke Nasabah Tak Bermasker, Petugas Keamanan BRI Dapat Penghargaan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
5 Risiko Jual Beli Rumah Tanpa Notaris yang Bisa Rugikan Pembeli
-
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
IHSG Tetap Loyo Meski PDB RI Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-IV 5,39%
-
Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong
-
Awal Februari, Harga Beras dan Cabai Rawit Kompak 'Nanjak'
-
Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025
-
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025