Suara.com - Krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 membuat banyak perusahaan mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK). Keadaan ini membuat setiap orang beralih profesi yang tadinya sebagai karyawan menjadi wirausahawan.
Dari data yang dihimpun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) sepanjang 2010 hingga 2018, penambahan jumlah UMKM rata-rata 1,4 juta per tahun.
Bayangkan jika selama pandemi mereka yang tadinya karyawan kini mulai beralih sebagai wirausahawan. Alhasil, persaingan bisnis semakin ketat.
Bagi pelaku UMKM yang semula mapan, pandemi yang belum juga melandai membuat mereka harus berpikir lebih kreatif untuk bisa bertahan. Sementara, buat pelaku usaha yang baru terjun, harus memperkuat riset dan pengetahuan tentang pasar sebelum memulai usaha.
Populix, platform market research yang menjadi rujukan pelaku usaha dalam mencari tahu kebutuhan pasar dengan jutaan responden di berbagai wilayah di Indonesia, memberikan solusi mudah bagi para pelaku UMKM dalam membaca situasi pasar.
“Memulai bisnis atau usaha, harus memiliki data dan riset yang kuat. Sebab, tanpa data dan riset yang kuat, sulit untuk melakukan penetrasi terhadap pasar,” ungkap Jessica Gautama, Head of Marketing Populix dalam keterangannya ditulis Senin (8/3/2021).
Tidak hanya pelaku usaha, sambung Jessica, pelajar dan mahasiswa saat ini juga harus memiliki acuan base on data yang kuat dalam menyelesaikan studinya. Sebab, era revolusi industri 4.0 menuntut pelajar dan mahasiswa melek dengan pasar.
Baik pelaku usaha, UMKM maupun pelajar, riset dengan cara mencari dan mengolah data kini tidak sulit. Biayanya pun murah. Populix, misalnya, memberikan sejumlah kemudahan bagi pelaku UMKM dan juga pelajar.
“Sebagai alternatif solusi, kami memiliki Paket Hemat Populix,” kata Jessica.
Baca Juga: Angkut Produk UMKM, Garuda Buka Rute Baru SurabayaHongkong
Paket Hemat Populix (PHP) adalah layanan terbaru dari Populix yang ditujukan kepada para pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa maupun pelaku usaha lainnya yang membutuhkan riset akurat dengan harga yang sangat terjangkau, proses yang cepat dan mudah.
Lantas, apa kelebihan PHP dibandingkan dengan layanan lainnya?
- Hasilnya lebih cepat. Pengguna bisa mendapatkan studi hanya dalam 3 hari.
- Biayanya lebih hemat. Cukup dengan Rp 2.999.000, sudah mendapatkan hasil studi yang optimal.
- Prosesnya tidak ribet, cukup hubungi via WhatsApp +6281314717550.
- Pengguna dapat mengakses ke dashboard selama 1 tahun full.
“Prosesnya mudah kok. Setelah melakukan pembayaran secara online dan mengisi formulir, kamu akan mendapat akun. Admin kami akan memberikan akses ke dalam dashboard Populix agar kamu bisa melihat proses studi PHP,” tutup Jessica.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik