Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memprotes kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang dicetuskan oleh pemerintah.
Apindo menilai kebijakan ini tak adil bagi sektor pariwisata karena penerapannya di pukul rata di semua wilayah yang menerapkan PPKM mikro.
"Kita berharap kebijakan PPKM mikro itu dijalankan secara konsisten, jadi tidak disamaratakan. Kita selalu ada miss leading ketika kita bicara positive rate (angka penularan) meningkat saat long weekend, sebetulnya parameternya itu kurang tepat," kata Hariyadi dalam sebuah webinar, Kamis (7/4/2021).
Hariyadi menilai ada kesalahan penghitungan positive rate ketika berbarengan dengan adanya hari long weekend, dimana kata dia seharusnya penghitungannya jumlah kasus positif dibagi dengan jumlah testing hari itu.
"Tapi kan saat long weekend jumlah testing berkurang, makanya setelah long weekend ini seolah-olah angka positive ratenya meningkat," papar Hariyadi.
Alhasil kata dia ada kecenderungan pemikiran setiap kali ada long weekend dan masyarakat melakukan liburan, angka positive ratenya meningkat. Sehingga pemerintah menilai di wilayah tersebut perlu dilakukan PPKM mikro.
"Mungkin ini jadi perhatian pemerintah mulai berani melonggarkan sedikit untuk pariwisata, beda dengan kegiatan manufaktur yang memproduksi barang, tapi kalau pariwisata kan terkait pergerakan orang, jadi (ekonomi) akan sulit jalan kalau tanpa ada pergerakan," katanya.
Sebelumnya pemerintah kembali memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro. Perpanjangan PPKM mikro ini berlaku mulai 6 April hingga 19 April 2021.
Dalam perpanjangan kali ini, wilayah pemberlakuan PPKM mikro diperluas, dengan tambahan lima provinsi, yakni Provinsi Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Papua. Dengan demikian, total 20 provinsi menetapkan dan menambah prioritas wilayah pembatasan.
Baca Juga: Banyak Pengusaha Naungan Apindo Kesulitan Bayar Utang ke Bank
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik