Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas milik Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), yakni Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) K-Sarbumusi pada Selasa (4/5/2021).
BLK Komunitas di Cijantung, Jawa Timur yang diresmikan tak lama setelah Hari Buruh Internasional 2021 ini memiliki program kejuruan teknik pendingin.
Dalam sambutannya, Ida menjelaskan, BLK Komunitas bagi SP/SB adalah bagian dari perluasan penerima manfaat BLK Komunitas. Sebelumnya, program ini hanya diperuntukkan bagi komunitas keagamaan.
"Dengan memperluas penerima program itu kepada basis SP/SB, maka persoalan rendahnya kompetensi dan daya saing dalam mengahadapi revolusi industri 4.0 bisa cepat kita atasi melalui dukungan dari teman-teman SP/SB," kata Ida.
Program BLK Komunitas, kata Ida, sudah dimulai sejak 2017. Sasarannya adalah lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, seminari, dhammasekha, dan pasraman. Hingga saat ini, sebanyak 2.127 lembaga telah didirikan.
Mulai tahun 2020, sasaran program ini diperluas dengan melibatkan SP/SB. Hal ini dikarenakan SP/SB merupakan komunitas yang lekat secara langsung dengan tugas, fungsi, dan peran Kementerian Ketenagakerjaan.
"Agar SP/SB menjadi bagian penting peningkatan SDM melalui pembangunan BLK Komunitas," jelasnya.
Menurut Ida, berdirinya BLK Komunitas ini tidak lepas dari peran manajemen Panasonic Gobel dan FSPPG dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.
"Kita terus bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik melalui hubungan industrial yang semakin kondusif, memberikan keadilan, yang pada akhirnya mampu memberikan kesejahteraan kepada pekerja," ajak Ida.
Baca Juga: Kembangkan SDM, Kemnaker Jalin Kerja Sama dengan Pemda Lotim
Ia pun mengapresiasi hubungan industrial yang dibangun manajemen Panasonic Gobel dan FSPPG tersebut. Ia berharap keberhasilan mereka membangun BLK Komunitas menjadi contoh bagi SP/SB lainnya.
"Ini adalah model, ini adalah contoh, ini adalah inspirasi bagi teman-teman SP/SB membangun hubungan industrial yang kondusif, hubungan industrial yang susbtantif," pungkas Ida.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar