Suara.com - Para taipan dan bintang Bollywood mungkin termasuk di antara penduduk paling terkenal yang melarikan diri dari India dengan jet pribadi ketika krisis virus corona meningkat. Tetapi mereka bukan satu-satunya, menurut perusahaan penyewaan jet pribadi JetSetGo.
"Situasi di India telah menjadi begitu mengerikan sehingga bahkan keluarga kelas menengah ke atas mengumpulkan sumber daya mereka untuk melarikan diri, kata salah satu pendiri dan CEO Kanika Tekriwal kepada CNBC’s ” Street Signs Asia,” Senin (10/5/2021).
Negara Asia Selatan, yang berjuang melawan lonjakan virus yang menghancurkan tersebut mencatat 412.262 kasus baru pada hari Kamis, menjadikan total beban kasusnya menjadi lebih dari 28 juta.
“Mengatakan bahwa hanya orang kaya India yang meninggalkan India dengan jet pribadi adalah salah,” kata Tekriwal Kamis dari Maladewa.
“Dalam 10 hari terakhir, apa yang benar-benar kami lihat adalah siapa saja yang dapat mengumpulkan sumber daya dan sarana untuk mengumpulkan uang untuk jet pribadi, atau mengumpulkan uang hanya untuk keluar dari negara, keluar,” tambahnya.
Mereka hanyalah orang-orang yang mengumpulkan uang untuk keluar dari negara. Saya pikir merekalah yang paling takut pada Covid.
Tekriwal mengatakan JetSetGo telah melihat lonjakan 900 persen dalam pemesanan dalam beberapa pekan terakhir - dengan sekitar 70 persen hingga 80 persen berasal dari kelas menengah ke atas, alih-alih pelanggan reguler mereka yang sangat kaya.
Mayoritas dari mereka melarikan diri ke Maladewa, yang saat ini menawarkan karantina di resor terpencil untuk penumpang yang datang dari India, atau Dubai, yang memungkinkan masuk dari tujuan bisnis.
“Mereka hanyalah orang-orang yang mengumpulkan uang untuk keluar dari negara. Saya pikir merekalah yang paling takut pada Covid karena mereka bukan orang yang sangat kaya atau paling mudah dijangkau oleh perawatan medis, ”katanya.
Baca Juga: Tsunami Covid-19 India, Produksi Maruti Suzuki Surut 7 Persen
JetSetGo belum menaikkan tarifnya sebagai tanggapan atas lonjakan permintaan, Tekriwal mengatakan menambahkan: “Itu akan menjadi oportunistik dan salah.” ucapnya.
Tapi dengan harga 18.000 dolar AS hingga 20.000 dolar AS untuk jet delapan tempat duduk ke Maladewa, atau 31.000 dolar AS untuk jet enam tempat duduk ke Dubai, perjalanan itu tidak murah - bahkan untuk kelas menengah atas India, yang berpenghasilan sekitar 15.000 dolar AS plus per tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%