- Maskapai FlyJaya Yogyakarta berencana perluasan jaringan ke Indonesia Timur dengan rute baru menuju Morowali tahun 2026.
- Untuk ekspansi ini, maskapai berbasis Yogyakarta akan menambah tiga unit pesawat tipe ATR 72 pada tahun berjalan.
- FlyJaya mencatat OTP 90,74% periode akhir 2025 serta telah memperoleh sertifikasi ISO mutu dan keselamatan.
Suara.com - Maskapai PT Surya Mataram Nusantara, atau yang dikenal dengan nama FlyJaya, mengumumkan rencana pengembangan bisnis untuk tahun 2026.
Setelah mencatat jumlah angkutan sebanyak 50.000 penumpang sepanjang tahun operasional 2025, maskapai yang berbasis di Yogyakarta ini kini mengalihkan fokus pada perluasan jaringan ke wilayah Indonesia Timur.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembukaan rute penerbangan baru menuju Morowali (MOH), Sulawesi Tengah. Wilayah ini dipilih karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didorong oleh industri pertambangan dan hilirisasi nikel.
Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, FlyJaya mengonfirmasi akan mendatangkan tiga unit pesawat tambahan tipe ATR 72 pada tahun ini.
Direktur Niaga FlyJaya, Ary Mercyanto, menjelaskan bahwa penambahan armada ini bertujuan untuk memperkuat frekuensi penerbangan pada rute yang sudah ada sekaligus memfasilitasi pembukaan rute-rute baru lainnya.
"Penambahan tiga pesawat ATR 72 ini merupakan modal utama kami dalam memperluas jangkauan ke daerah-daerah potensial yang memiliki karakteristik ekonomi dan industri yang kuat," ungkap Ary dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com pada Jumat (13/2/2026).
Rute menuju Morowali sendiri diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan akses transportasi bagi segmen korporasi serta tenaga kerja ahli yang bergerak di sektor industri strategis nasional.
Dalam aspek operasional, FlyJaya melaporkan capaian tingkat ketepatan waktu atau On-Time Performance (OTP) sebesar 90,74% berdasarkan data Direktorat Angkutan Udara untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Angka ini dicapai selama periode puncak liburan (peak season), yang biasanya ditandai dengan kepadatan jadwal penerbangan.
Baca Juga: Luhut Buka Suara Soal Asal Usul Izin Bandara Khusus IMIP
Selain kinerja ketepatan waktu, maskapai juga menekankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja dan lingkungan melalui perolehan sertifikasi ISO untuk Sistem Manajemen Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Manajemen Lingkungan.
Sertifikasi ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh operasional penerbangan, baik untuk keperluan bisnis maupun perjalanan wisata, telah memenuhi regulasi yang berlaku secara internasional.
Pihak manajemen menginformasikan bahwa tiket untuk rute baru menuju Morowali kini sudah mulai dipasarkan. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui kanal penjualan resmi perusahaan maupun agen perjalanan mitra yang telah bekerja sama.
Berikut link pembelian tiket FlyJaya
Dengan penambahan armada dan rute baru ini, FlyJaya berupaya memposisikan diri sebagai penghubung antarwilayah yang mendukung pemerataan akses transportasi udara, khususnya pada jalur-jalur yang menghubungkan pusat bisnis di Pulau Jawa dengan pusat industri di luar Jawa secara berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Vietjet Amankan Kesepakatan US$6,1 Miliar untuk Ekspansi Asia-Pasifik
-
Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Lalai Tangani Penumpang Strok, Maskapai JetBlue Digugat hingga Rp785 Juta
-
Bantahan Keras Jimly untuk Luhut: Bandara IMIP Ancam Kedaulatan, Pintu Masuk TKA Ilegal
-
Bandara 'Pribadi' IMIP Morowali, Karpet Merah Investor atau Ancaman Kedaulatan?
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas
-
Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya
-
Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO
-
Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela
-
Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang
-
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi
-
Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap
-
Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik