Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup beberapa rute internasionalnya. Penutupan ini, karena maskapai pelat merah ini menyebut bahwa rute itu justru merugikan perseroan.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan, di tengah pandemi rute internasional hanya digunakan untuk pemulangan WNI maupun WNA.
"Rute-rute ini memang kita hentikan karena rugi internasional ini. Hanya saja ada beberapa rute yang kita masih pertahankan meskipun rugi ada potensi untung. Jadi, mohon pahami mereka numpang pesawat kita itu baik ke LN atau pulang ke Indonesia mayoritas bagian dari repatriasi," ujar Irfan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI ditulis Selasa (22/6/2021).
Mantan Direktur Utama PT INTI (Persero) ini melanjutkan, rute Internasional yang telah dihapus salah satunya, Jakarta-Osaka. Namun, beberapa rute saat ini tengah ia kaji kembali untuk dioperasikan.
Misalnya rute yang dikaji diantarannya, Jakarta-Amsterdam, Jakarta-Seoul dan Jakarta-Sydney.
"Nah sekarang, karena kondisi makin ketat di Australia kita buka Sydney seminggu sekali. Kita review terus ada 2 rute yang diamati Jakarta-Amsterdam, Jakarta-Kuala Lumpur-Sydney. Singapore menantang juga. Yang untung Bangkok, Hongkong, China. Karena China charter. Yang kami monitor selanjutnya Seoul," ucap Irfan.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, model bisnis menjadi beban terbesar kedua Garuda saat ini. Pasalnya, selama ini Garuda justru fokus menggarap rute internasional.
Padahal, tegas Erick, dengan negara kepulauan Garuda bisa memanfaatkan pasar domestik yang cukup menjanjikan.
"Kita negara kepulauan yang mestinya lebih baik domestik untuk (penerbangan) luar negeri cost sharing saja karena banyak negara harus ekspansi (penerbangan internasional) karena negara cuma satu pulau, kita tidak perlu seperti itu," kata Erick.
Baca Juga: Saham Garuda Indonesia Dibekukan BEI Imbas Penundaan Pembayaran Sukuk Global
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru