Suara.com - Jurnalis Amerika Serikat (AS) Michelle Minton merilis hasil investigasi terkait keterlibatan Bloomberg Initiatives dalam mempengaruhi kebijakan cukai hasil tembakau di negara-negara berkembang.
Minton menerangkan dalam laman resmi Competitive Enterprise Institute pada Juni 2021 bagaimana Bloomberg mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat sipil di negara berkembang demi kepentingannya lewat kampanye antirokok.
Sebelumnya, dalam investigasinya bertajuk “Bloomberg’s Philanthro-Colonialism: A Threat to Global Health and Science,” yang dipublikasikan pada Februari 2021, dia juga mengkritisi organisasi antitembakau di negara-negara berkembang yang digerakkan oleh pendanaan dari Bloomberg Philanthropies, utamanya intervensi terkait kebijakan hasil tembakau.
"Sayangnya kampanye antitembakau ini dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan dan kepentingan negara yang diajak berkolaborasi," sebut laporan Minton dikutip Cei.org Senin (28/6/2021).
Dalam temuannya, terdapat dokumen resmi dari Bloomberg tentang pendanaan dan strategi Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK) yang dilakukan di berbagai negara. Lebih dari 700 juta dolar AS atau setara Rp 10 triliun hibah disalurkan ke berbagai organisasi antitembakau di seluruh dunia.
“CTFK adalah salah satu organisasi yang didanai oleh Bloomberg, dengan misi membiayai seluruh gerakan antitembakau di seluruh dunia. Akan tetapi, ada kepentingan perusahaan yang lebih besar di situ, yakni mempengaruhi negara-negara berkembang untuk mengadopsi kebijakan tembakau tertentu,” tulis Minton.
Tidak heran apabila di berbagai negara berkembang di dunia, organisasi antitembakau seolah menyatukan suara dan menuntut pemerintah untuk fokus pada kebijakan pengendalian tembakau.
“Padahal pada kenyataannya, Bloomberg memiliki kepentingan sendiri, di mana penerima manfaat dari dana yang disalurkan itu justru akan mempengaruhi pemangku kepentingan yang memegang kunci kebijakan,” katanya.
Untuk CTFK misalnya, sebagian besar kegiatannya ditujukan untuk meyakinkan pemerintah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk ambil bagian dalam kampanye ini.
Baca Juga: Produk Tembakau Alternatif, Solusi untuk Epidemi Merokok
Secara khusus, CTFK menolak mentah-mentah penggunaan tembakau dan menuntut agar seluruh kebijakan tembakau di seluruh dunia disamakan.
Padahal negara-negara berkembang bisa jadi memiliki prioritas dan sumber daya yang berbeda.
"Budaya, ekonomi dan geografis menjadi faktor penentu sebuah kebijakan di negara berkembang, dan strategi CTFK mengabaikan faktor-faktor ini dan menuntut agar kebijakan tembakau disamakan di seluruh dunia,” ujarnya.
Minton mengungkap, Bloomberg secara aktif mempengaruhi suatu negara dengan kemitraan dan kolaborasi finansial dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dukungan Bloomberg untuk CFTK juga sampai ke Indonesia dengan kerja sama dengan sejumlah institusi untuk menyelenggarakan dan mendanai lokakarya penyusunan regulasi untuk badan legislatif di Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk mendorong pihak terkait untuk mengintervensi kebijakan pengendalian tembakau. Hal serupa juga terjadi di Meksiko, Tiongkok, Nigeria dan Uganda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian