Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) atau Pupuk Kaltim kembali menyalurkan beasiswa PKT Peduli Pendidikan (PKTPP) tahun 2021, bagi 36 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara finansial di Kota Bontang.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, bersama Manajemen Perusahaan secara virtual, pada Rabu (7/7/2021).
Penerima beasiswa mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi, terdiri dari 10 siswa tingkat SD, 8 siswa tingkat SMP, 8 siswa tingkat SMA dan 10 penerima tingkat perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Jenjang SD hingga SMA akan menempuh pendidikan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), sedangkan tingkat perguruan tinggi tersebar di berbagai universitas terkemuka di Indonesia,” ujar Rahmad.
Beasiswa disasar mulai tingkat SD, agar ada kesinambungan proses pendidikan di setiap jenjang bagi anak, sehingga ke depan mampu berkontribusi bagi daerah melalui keterampilan yang dimiliki, serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Beasiswa PKTPP juga wujud dukungan PKT terhadap visi misi Pemkot Bontang yang Hebat dan Beradab, khususnya pendidikan bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, agar SDM lokal lebih berdaya saing,” lanjut Rahmad.
Dirinya berpesan agar seluruh penerima beasiswa PKTPP dapat semangat dan tekun belajar, mengingat tidak semua anak mendapat kesempatan serupa. Rahmad juga berharap program ini bisa menjadi salah satu jalan bagi anak Bontang, untuk berprestasi di bidang masing-masing.
Rahmad juga memastikan bahwa PKT akan terus komitmen dan peduli dalam meningkatkan pendidikan siswa-siswi berprestasi, karena anak berhak untuk mendapat kesempatan belajar yang lebih tinggi agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
"Jaga amanah ini dengan baik, agar beasiswa ini bermanfaat dalam mencapai cita-cita, sehingga ke depan, dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambah Rahmad.
Baca Juga: Kampus Ningxia Tawarkan beasiswa untuk Santri dan Lulusan Pesantren di Indonesia
Wali Kota Bontang Basri Rase, didampingi Wakil Walikota Bontang Najirah, mengapresiasi kontribusi PKT yang secara berkesinambungan memberikan ruang dan peluang bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kota Bontang, untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Hal ini dinilai Basri sejalan dengan upaya Pemkot Bontang, untuk pendidikan yang lebih layak bagi anak guna peningkatan SDM secara merata.
“Semoga komitmen program ini terus ditingkatkan dengan jumlah penerima yang jauh lebih banyak, sehingga SDM lokal makin meningkat dengan memastikan jaminan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harap Basri.
Darmawi, mewakili orangtua penerima beasiswa mengucapkan terima kasih kepada PKT yang terus meningkatkan komitmen dalam mendukung peningkatan SDM Bontang melalui beasiswa PKTPP. Berkat program ini, anaknya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, guna mencapai cita-cita yang diharapkan.
“Kami berharap PKT terus berkontribusi bagi masyarakat, tak hanya di sekitar Perusahaan saja tapi juga Bontang secara umum. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, karena kini anak kami bisa kuliah seperti yang dicita-citakannya,” kata Darmawi.
Program PKTPP telah dilaksanakan sejak 2008, dimulai dari beasiswa untuk tingkat perguruan tinggi. Penerima beasiswa diberikan keleluasaan dalam memilih jurusan yang diminati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu