Suara.com - Merosotnya kontribusi sektor industri dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ternyata menjadi salah satu biang kerok kenapa negara ini sulit sekali keluar dari status negara berpenghasilan menengah ke bawah.
Hal tersebut dikatakan ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus dalam sebuah diskusi bertajuk 'Pandemi Tak Tuntas, Indonesia Turun Kelas' secara virtual Selasa (13/7/2021).
Heri menjelaskan saat ini industri nasional sedang mengalami deindustrialisasi dini, dimana kontribusi sektor ini terhadap PDB terus menurun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
"Indonesia saat ini mengalami deindustrialisasi yang terlalu dini. Ini terlihat dari terus turunnya kontribusi manufaktur terhadap total PDB Indonesia, di tahun 2000 kontribusi manufaktur berada di angka 27,75 persen namun di kuartal II 2020 justru turun sangat jauh ke angka 19,87 persen," ungkap Heri.
Sebelumnya, Bank Dunia menempatkan Indonesia sebagai negara kelas menengah bawah atau lower middle income per 1 Juli 2021, peringkat ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana Indonesia sudah menjadi negara berpendapatan menengah atas.
Dalam laporan terbarunya Bank Dunia mencatat gross national income (GNI) per kapita Indonesia pada 2020 turun menjadi 3.870 dolar AS.
Pada tahun lalu, Indonesia berada level atas negara berpendapatan menengah atas dengan GNI atau pendapatan nasional bruto sebesar 4.050 dolar AS per kapita.
"Memang banyak negara mengalami deindustrilasiasi namun memang sudah waktunya karena mereka mulai beranjak ke sektor jasa dan keuangan. Sedangkan kita di saat nilai tambah industri belum optimal, struktur ekonominya belum kuat. Apalagi industri serapan tenaga kerjanya belum maksimal," pungkasnya.
Baca Juga: Penerapan Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang Rp 312 Triliun ke PDB
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
Terkini
-
Menkeu Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina
-
Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?
-
Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi
-
Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan
-
Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan