Suara.com - PT Pos Indonesia kembali digandeng sebagai penyalur Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai hingga diterima KPM. BST menjadi upaya pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian warga yang terdampak pandemic Covid-19.
Meski sedang merayakan Hari Raya Idul Adha atau hari kurban, namun Pos Indonesia tetap mengirimkan ‘pasukan’ juru bayar untuk segera menyalurkan BST agar segera sampai ke tangan penerima BST atau keluarga penerima manfaat (KPM).
Seperti yang terjadi di Kelurahan Cempaka Putih Barat, para juru bayar segera berpencar ke lokasi RT sesuai pembagian daerah penyaluran masing-masing.
Kepala Kantor Pos Regional II, Arifin Muchlis, yang meninjau langsung penyaluran BST mengatakan bahwa Pos Indonesia ingin menyalurkan BST dengan cepat karena saat ini masyarakat sangat membutuhkan uang bantuan sosial tunai ini.
“Penyaluran bantuan sosial tunai di wilayah Jakarta ini menjadi daerah yang langsung mendapat pemantauan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta, sehingga kita harus menyalurkan ini secara cepat dan tepat sasaran,” jelas Arifin ditulis Kamis (22/7/2021).
Momentum Hari Idul Adha pun, menurut Arifin, dimanfaatkan untuk mempercepat penyaluran BST yang dilakukan di dua kelurahan di Cempaka Putih, meski para juru bayar sedang merayakan hari raya kurban.
“Di hari ini, kita juga membayarkan (menyalurkan BST) di daerah Kapuk. di daerah Cengkareng, dan akan beberapa wilayah yang lain serentak, agar bisa dalam waktu 1 minggu realisasi untuk penyaluran BST ini tercapai,” papar Arifin.
Target BST disalurkan hari ini untuk wilayah DKI Jakarta sekitar 40 ribu KPM. Sementara untuk kelurahan Cempaka Putih Barat yang terdapat 183 RT undangan penerima BST hari ini sebanyak 4763 KPM.
Penyaluran BST disalurkan dengan menyambangi atau mendatangi langsung (door to door) rumah para KPM. Pos Indonesia menggunakan metode penyaluran dengan sistem ini dengan mempertimbangkan kondisi yang sedang terjadi.
Baca Juga: Bantuan Sosial Tunai Rp 600 Ribu untuk Warga Banyuwangi Segera Cair, Ini Rinciannya
“Penyaluran melalui antaran ini ada beberapa kelebihan, salah satunya kita menghindari kerumunan yang dilarang pemerintah selama masa PPKM darurat ini. Pada saat pembayaran ada proses identifikasi penerimanya yang menjadi bukti bahwa penerimanya sudah benar, dan ini menjadi bukti bila ada audit dari eksternal, maka ada tanda tangan penerima dan juga fotonya,” jelas Arifin.
Para juru bayar, lanjut Arifin sudah menerapkan praktik prosedur kesehatan yang ketat, dengan menggunakan masker dua lapis, faceshield, dan handsanitizer.
Adalah Nur Rahmawati, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di RT 004 / RW 007 yang masuk dalam DTKS penerima BST. Dia merasakan hantaman pandemic ini begitu berat.
Suaminya yang berprofesi sebagai ojek online semakin tidak menentu pendapatannya karena PPKM. Belum lagi anaknya dirumahkan dari tempatnya bekerja karena badai pandemi membuat tempat usaha di mana anaknya bekerja harus memangkas tenaga kerja.
“Saya tetap mensyukuri berapapun BST ini, karena sangat menolong saya untuk bisa bayar kontrakan rumah, dan membeli kebutuhan pokok,” tuturnya.
Senada dengan Nur Rahmawati, Triono warga RT 003 / RW 007 juga merasakan dampak pandemi Covid-19 terutama dari sisi ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861
-
Garda Revolusi Iran Serang Tanker Minyak, Pasokan Energi Dunia Terancam Lumpuh
-
IHSG Hijau di Awal Perdagangan, Tapi Analis Peringatkan Siap-Siap Ambles Lagi
-
DEN Yakin Pasokan LNG dan Minerba Tahan Bating Hadapi Eskalasi Timur Tengah
-
Hidrogen Disebut Solusi Transportasi Rendah Emisi, Ini Alasannya
-
BEI Jatuhkan 294 Sanksi ke 142 Emiten pada Januari 2026, Mayoritas Gara-gara Ini
-
BPS: Impor Migas Masih Dominan di Awal Tahun, Melonjak 27,52%
-
BPKH Tuntaskan 95,69 Persen Rekomendasi BPK Sepanjang 2025
-
Jaga Kepercayaan Publik, 1.647 SPBU Pertamina Diperketat Pengawasan Mutunya
-
Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang