- IHSG menguat 0,77 persen pada Selasa, 3 Maret 2026 pagi, ditutup di level 8.059 dengan aktivitas 4,18 miliar saham diperdagangkan.
- Proyeksi Samuel Sekuritas menyebutkan IHSG diperkirakan melemah akibat ketidakpastian pasar global dan tekanan eksternal komoditas energi.
- Kenaikan harga minyak Brent dan batu bara dipicu eskalasi konflik, sementara emas naik sebagai aset *safe haven* pasar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di awal perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. IHSG menguat 0,77 persen ke level ke level 1,73 persen ke level 8.059.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih terapresiasi 0,46 persen ke level 8.053.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,18 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,82 triliun, serta frekuensi sebanyak 230.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 254 saham mengalami penurunan, dan 405 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, RMKO, OILS, INAI, FIRE, MEJA, COAL, BNBR, HUMI, GTSI, WMUU,
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, POLI, TFAS, JAYA, SOHO, ICON, SSTM, PGJO, AMMS, KING, FILM.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global dan regional.
Berdasarkan riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, tekanan eksternal masih menjadi sentimen utama pergerakan pasar, terutama pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu gejolak harga komoditas energi.
Baca Juga: Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot
"IHSG akan melanjutkan pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global dan regional," tulis tim analis Samuel Sekuritas dalam riset Morning Market Update, Selasa (3/3/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 2,7 persen ke level 8.017. Pelemahan tersebut sejalan dengan tekanan di sejumlah bursa regional.
Indeks EIDO tercatat turun 1,7 persen, sementara indeks STI Singapura merosot 2,1 persen dan STOXX Eropa terkoreksi 2,5 persen.
Dari pasar Amerika Serikat, pergerakan indeks saham cenderung bervariasi. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,15 persen ke 48.905, sementara S&P 500 nyaris stagnan naik tipis 0,04 persen ke 6.882 dan Nasdaq menguat 0,36 persen.
S&P 500 sempat melemah tajam di awal sesi sebelum akhirnya rebound seiring aksi beli saat harga turun (buy on weakness). Meski demikian, ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Di pasar komoditas, lonjakan harga energi menjadi sorotan. Harga minyak Brent melonjak 7,3 persen ke USD 78 per barel, sementara harga batu bara ICE naik 10,1 persen ke USD 129 per ton. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Sementara itu, harga emas naik 0,8 persen ke 5.322 dolar AS per troy ounce, mencerminkan peningkatan permintaan aset safe haven. Di sisi lain, harga nikel terkoreksi 3,6 persen ke USD 17.045 per ton.
Samuel Sekuritas juga menyoroti sektor minyak dan gas yang berpotensi mendapat sentimen positif dari kenaikan harga energi. Selain itu, terdapat rekomendasi beli untuk saham dengan potensi dana MESOP Rp647 miliar serta catatan kinerja SMAR yang membukukan lonjakan laba bersih 103 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi