- Anggota DEN Septian Hario Seto menyatakan perang Iran-AS berdampak kecil pada stabilitas pasokan LNG Indonesia.
- Dampak perang diperkirakan kecil pada mineral dan batu bara, namun perlu dipantau terutama terhadap harga minyak.
- Eskalasi konflik terjadi setelah serangan AS ke Iran, yang dibalas serangan rudal dan penembakan kapal tanker di Teluk.
Suara.com - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto menilai perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) tidak terlalu memiliki dampak terlalu besar terhadap stabilitas pasokan energi Indonesia, terutama untuk komoditas liquefied natural gas (LNG).
Dia mengemukakan dampaknya terhadap LNG akan dipengaruhi oleh situasi pasokan di kawasan yang terdampak.
"Kalau LNG mungkin ke Indonesia nggak terlalu kali ya. Tapi memang ada beberapa terminal LNG yang dekat di situ. Jadi kita harus lihat seberapa besar nanti pengaruhnya terhadap pasokannya, tergantung situasinya,” kata Seto saat ditemui wartawan d di Kantor Apindo, Jakarta pada Senin (2/3/2026).
Selain LNG, Seto menuturkan, komoditas mineral dan batubara kemungkinan tidak akan terdampak dari situasi yang terjadi di Timur Tengah.
"Minerba sih seharusnya enggak (terdampak), ya," ujarnya.
Namun demikian, ditegaskannya situasi tersebut masih harus perlu tetap dipantau, guna memastikan dampak terhadap ketahanan energi di dalam negeri, khususnya untuk minyak. Tercatat bahwa pada Senin pagi harga minyak sempat melonjak 13 persen.
"Kita harus lihat dalam beberapa minggu ke depan, terutama seminggu ke depan ini. Jadi kalau ini bisa selesai cepat ya mungkin naiknya enggak akan tinggi lagi gitu ya,” kata Seto.
Sebagaimana diketahui, situasi di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel menggempur sejumlah titik di Iran, termasuk Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil.
Teheran membalas lewat serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, APINDO Belum Deteksi Dampak ke Impor - Ekspor Minerba
Eskalasi mencapai puncaknya pada Minggu (1/3), saat IRGC Iran mengklaim telah menembak jatuh tiga kapal tanker milik AS dan Inggris di kawasan Teluk dan Selat Hormuz hingga terbakar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari