- BPKH raih tingkat kepatuhan tertinggi 2025 dengan penyelesaian rekomendasi BPK 95,69 persen.
- Rekor 7 kali opini WTP berturut-turut tegaskan transparansi pengelolaan dana haji.
- BPKH tuntaskan 244 dari 255 rekomendasi BPK sebagai bentuk mitigasi risiko dan amanah umat.
Suara.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali membuktikan tajinya sebagai garda terdepan dalam transparansi keuangan negara. Dalam Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan di lingkungan DJPKN V Tahun 2025, Kamis (26/2/2026), BPKH mencatatkan rekor tingkat penyelesaian rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar 95,69 persen.
Angka fantastis ini mendapuk BPKH sebagai lembaga negara dengan tingkat kepatuhan tertinggi di Indonesia sepanjang 2025. Dari total 255 rekomendasi yang diberikan BPK RI hingga Semester II-2025, BPKH sukses menuntaskan 244 poin secara progresif.
Pencapaian ini seolah menjadi "pelengkap sempurna" bagi rapor hijau BPKH yang telah mengantongi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh kali berturut-turut sejak berdiri pada 2017.
Anggota V BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi, tak segan melempar pujian atas kedisiplinan BPKH. Menurutnya, respons cepat terhadap hasil audit adalah cermin kualitas tata kelola (governance) yang mumpuni.
"Tingginya angka tindak lanjut ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan rekomendasi auditor. Ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas untuk menjaga kepercayaan publik," tegas Bobby.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa audit BPK bukan sekadar rutinitas, melainkan "kompas" untuk memitigasi risiko organisasi secara berkelanjutan.
"Setiap rekomendasi kami jadikan pijakan untuk perbaikan demi menjaga amanah jemaah. Target kami bukan sekadar angka, tapi kualitas pengelolaan dana haji yang memberikan manfaat maksimal bagi umat," ujar Fadlul.
Dengan prinsip kehati-hatian (prudential) dan pengawasan berlapis, BPKH memastikan investasi dana haji dilakukan secara terukur dan patuh regulasi. Momentum awal 2026 ini menjadi pijakan BPKH untuk terus memperkuat implementasi good governance demi kepentingan seluruh jemaah haji Indonesia.
Baca Juga: Kemendagri Dorong Modernisasi Alutsista dan Penguatan Anggaran Daerah Untuk Damkar
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir
-
Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
-
Waspada! Pemerintah Mulai Sidak SPKLU, Isi Daya Mobil Listrik Bisa Tak Sesuai Bayaran?