Suara.com - Peningkatan kualitas pendidikan dalam menciptakan SDM terampil, profesional dan berkompetensi, menjadi salah satu komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) atau Pupuk Kaltim dengan memberikan pendidikan yang layak bagi anak berprestasi di Kota Bontang, khususnya dari keluarga kurang mampu secara finansial.
Sesuai misi Perusahaan untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, pendidikan dinilai sebagai faktor utama pengembangan kapasitas masyarakat, yang diimplementasikan melalui program PKT Peduli Pendidikan (PKTPP) yang dicetuskan sejak 2008.
Program beasiswa ini memberi keleluasaan bagi penerima untuk memilih jurusan dan perguruan tinggi yang diminati, dengan pembiayaan penuh mulai awal masuk hingga lulus.
Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh kebutuhan perkuliahan difasilitasi oleh PKT, mulai dari biaya tes sebelum masuk perguruan tinggi hingga tugas akhir, biaya akomodasi, buku dan sebagainya. Bahkan PKT juga memberi bantuan biaya penelitian bagi mahasiswa tingkat akhir, agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
PKT telah bekerjasama dengan 15 universitas terkemuka di tanah air, diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Insititut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Mulawarman (Unmul), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Seni Indonesia (ISI), Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia.
“Program PKTPP merupakan bentuk kepedulian PKT terhadap pendidikan di kota Bontang, guna mendorong terciptanya generasi penerus dengan daya saing tinggi dan berkompetensi di bidangnya,” ujar Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi dalam keterangannya, ditulis Sabtu (24/7/2021).
Sejak 2016, program beasiswa PKTPP dilakukan penyesuaian dan pengembangan dengan menyasar pendidikan anak, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, dimana anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di sekitar Perusahaan, difasilitasi menempuh pendidikan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), yang merupakan sekolah swasta terbaik di Kaltim.
“Beasiswa bagi anak mulai tingkat SD sengaja disasar, agar ada kesinambungan proses pendidikan di setiap jenjang,” tandas Rahmad.
Sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional (HAN) 2021, PKT menilai pendidikan bagi anak harus berkesinambungan, guna terwujudnya generasi penerus yang cerdas terliterasi, sekaligus kreatif dan informatif.
Baca Juga: HAN 2021, Kemendikbudristek Selenggarakan Panggung Anak Indonesia Merdeka
Sesuai tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, PKT terus meningkatkan kontribusi PKTPP untuk memberi ruang dan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak.
Tahun ini beasiswa PKTPP dikucurkan bagi 36 anak di Kota Bontang, terdiri dari 10 siswa tingkat SD, 8 siswa tingkat SMP, 8 siswa tingkat SMA dan 10 penerima tingkat perguruan tinggi.
Beasiswa PKTPP merupakan wujud dukungan PKT terhadap visi misi Pemkot Bontang yang Hebat dan Beradab, agar SDM lokal lebih berdaya saing, sehingga kesejahteraan dan pembangunan masyarakat mampu terwujud melalui dukungan pendidikan yang berkualitas.
“Meski dihadang pandemi, PKT berkomitmen untuk terus berperan dalam peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, karena anak berhak untuk mendapat kesempatan belajar lebih tinggi, agar menjadi generasi penerus bangsa yang terampil dan berkompeten,” lanjut Rahmad.
Selama 13 tahun berjalan, PKT telah mengalokasikan sekira Rp23 Miliar untuk program beasiswa PKTPP. Sebanyak 188 mahasiswa di Bontang dan Kaltim telah menerima manfaat dengan jumlah mahasiswa aktif saat ini sebanyak 62 orang, dimana selebihnya telah lulus dan bekerja sesuai bidang masing-masing.
Begitu pula untuk tingkat SD hingga SMA, beasiswa PKTPP telah mengakomodir 126 anak dan 53 diantaranya sudah lulus serta melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
-
Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel