Suara.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meminta perbankan ikut serta dalam program Sistem Resi Gudang (SRG) yang digalakkan Kemendag. Menurutnya, kehadiran perbankan penting dalam membangun ekosistem bisnis SRG.
Ia menyebut saat ini telah perbankan yang telah mendukung ekosistem bisnis SRG yaitu BRI. Adanya bantuan BRI, ekosistem bisnis SRG terus dikembangkan agar semua pihak bisa mengambil manfaat yang berkesinambungan. Dengan demikian kepastian usaha di sektor SRG bisa terus dikembangkan.
"BRI adalah salah satu perbankan milik negara yang sudah dikenal lama berfokus pada pengembangan ekonomi rakyat. Jaringannya tersebar hingga ke desa-desa sehingga memungkinkan daya jangkau yang sangat luas terhadap aktifitas ekonomi masyarakat," ujar Jerry dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).
Kemendag sendiri melakukan berbagai terobosan melalui sistem resi gudang yang didesain untuk menjadi sistem penopang dalam perdagangan.
Ada 20 komoditas yang sudah bisa masuk SRG antara lain beras, kopi, jagung hingga kopra. Ke depan diharapkan ini bisa menjadi alternatif utama bagi pelaku usaha, baik produsen, petani maupun pengelola gudang dan logistik dalam perdagangan.
Dengan begitu diharapkan manfaatnya merata dan bisa membentuk sebuah kondisi yang menjamin kepastian usaha baik dari sektor produksi, transportasi dan logistik.
Nilai investasi pembiayaan oleh BRI yang terkait dengan SRG telah mencapai Rp 190 miliar saat ini. Diharapkan nilai ini terus meningkat seiring dengan meluasnya jangkauan bisnis SRG. Kemendag sendiri sangat berharap kerja sama dengan stake holder terus ditingkatkan.
"Pihak inti yang menjadi pelaku SRG sebenarnya adalah pelaku bisnis itu sendiri dengan fasilitator dari Pemerintah Daerah. Hal ini karena Pemerintah Pusat telah menyerahkan kepengurusan SRG ke Daerah. Karena itu Daerah harus terus didorong agar meningkatkan kemampuan pengelolaan SRG ini," tambah Jerry.
Ada beberapa SRG yang telah menemukan pola sinergi dan operasi yang cukup mapan dan berhasil, antara lain SRG di Kabupaten Wonogiri. SRG ini berhasil membina produsen dan pelaku usaha di sektor beras dengan membentuk ekosistem bisnis terpadu dari sektor hulu hingga hilir.
Baca Juga: Kepala Daerah Kunci Optimalisasi Sistem Resi Gudang
Di sektor hulu, petani menghasilkan produk yang berkualitas baik dan memenuhi permintaan pasar. Di sektor hilir, ada upaya serius dalam menjaga kualitas pasca panen, pengemasan hingga jaringan pemasaran.
Model-model SRG seperti di Wonogiri inilah yang ingin dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan. Komoditas yang tengah naik daun seperti kopi dan porang diharapkan bisa dikemas dan difasilitasi dengan model itu.
Karena itu Bappebti akan meningkatkan kinerja dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen