"AS dan mitra internasional terus menarik diri dan tidak membahas budidaya opium," kata pejabat itu tanpa menyebut nama.
"Apa yang akan Anda temukan adalah bahwa itu telah meledak," lanjutnya.
Saat diminta komentar, seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan, AS akan terus mendukung rakyat Afghanistan.
"Termasuk upaya kontranarkotika kami yang sedang berlangsung."
Namun, dia menolak untuk mengatakan bagaimana bantuan akan berlanjut jika bantuan AS berhenti jika Taliban merebut kekuasaan.
Budidaya Opium Melonjak
Petani Afghanistan mempertimbangkan banyak sekali faktor dalam memutuskan berapa banyak opium yang akan ditanam.
Ini berkisar dari curah hujan tahunan dan harga gandum, tanaman alternatif utama untuk opium, hingga harga opium dan heroin dunia.
Namun selama kekeringan dan kekurangan gandum, ketika harga gandum meroket, para petani Afghanistan telah menanam opium dan mengekstrak permen karet opium yang disuling menjadi morfin dan heroin. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang memasang panel surya buatan China untuk memberi daya pada sumur air dalam.
Baca Juga: 'Kalian Punya Arloji, Kami Punya Waktu', Taliban yang Baik dan yang Buruk
Dalam kurun waktu tiga tahun dari empat tahun terakhir, tingkat produksi opium di Afghanistan merupakan yang tertinggi, menurut UNODC.
Bahkan ketika Pandemi COVID-19 berkecamuk, penanaman opium melonjak 37 persen pada tahun lalu, seperti yang dilaporkan pada Mei.
Narkotika gelap adalah "industri terbesar di negara itu kecuali untuk perang," kata Barnett Rubin, mantan penasihat Departemen Luar Negeri AS untuk Afghanistan.
Perkiraan produksi opium tertinggi sepanjang masa ditetapkan pada tahun 2017 sebesar 9.900 ton senilai sekitar 1,4 miliar dolar AS dalam penjualan oleh petani atau sekitar 7 persen dari PDB Afghanistan, UNODC melaporkan.
Ketika nilai obat-obatan untuk ekspor dan konsumsi lokal diperhitungkan, bersama dengan bahan kimia prekursor yang diimpor, UNODC memperkirakan keseluruhan ekonomi opiat ilegal negara itu tahun itu sebanyak 6,6 miliar dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS
-
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
-
Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI
-
Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok
-
B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana
-
2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi