- Pemerintah memprediksi stok cadangan beras 2026 akan sangat tinggi, berpotensi menyebabkan kemerosotan harga jual signifikan.
- Rapat penetapan cadangan pangan pada 29 Desember 2025 membahas antisipasi lonjakan produksi dan kemungkinan panen raya lebih cepat.
- Kebijakan cadangan beras dinaikkan dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton untuk penyerapan dan stabilisasi harga pasar.
Suara.com - Pemerintah memperkirakan stok cadangan pangan beras akan meroket pada tahun 2026 mendatang. Imbasnya, dikhawatirkan harga jual beras akan mengalami kemerosotan signifikan.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas usai memimpin rapat penetapan cadangan pangan pemerintah tahun 2026 di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Rapat tersebut secara khusus membahas kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan produksi beras nasional pada tahun depan. Zulhas menyebut, indikasi peningkatan produksi sudah terlihat sejak awal sehingga pemerintah perlu menyiapkan strategi penyerapan secara matang.
"Hari ini khusus rapat mengenai penetapan cadangan pangan pemerintah tahun 2026. Karena apa yang pertama, sudah kelihatan bahwa produksi akan lebih tinggi tahun depan daripada tahun ini," ujar Zulhas.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut juga dibarengi dengan potensi pergeseran waktu panen raya. Jika selama ini panen raya umumnya terjadi pada Maret hingga Mei, tahun depan panen berpeluang datang lebih cepat.
"Yang biasanya itu, biasanya itu Maret, April, Mei baru panen raya, ini mungkin Februari sudah panen raya. Jadi harus kita siap, kalau tidak nanti kan harganya bisa jatuh lagi," ucap Zulhas.
Menurut dia, tanpa kesiapan penyerapan yang memadai, produksi beras yang melimpah justru berisiko menekan harga di tingkat petani. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu ada langkah antisipatif sejak awal agar keseimbangan antara pasokan dan harga tetap terjaga.
Zulhas menegaskan kesiapan penyerapan menjadi faktor kunci dalam pengelolaan cadangan pangan beras. Pemerintah tidak ingin peningkatan produksi berujung pada persoalan baru berupa anjloknya harga gabah dan beras.
"Jadi harus bersiap dengan matang, penyerapannya," ucapnya.
Baca Juga: Dikeluhkan Petani, Pemerintah Langsung Pangkas Regulasi dan Turunkan HET Pupuk 20 Persen
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga memutuskan penyesuaian kebijakan cadangan beras pemerintah. Cadangan beras yang sebelumnya ditetapkan sebesar 3 juta ton diputuskan untuk dinaikkan menjadi 4 juta ton pada 2026.
Penambahan cadangan beras ini dimaksudkan agar pemerintah memiliki ruang yang lebih besar dalam menyerap produksi beras nasional, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
Zulhas menyebut, cadangan beras tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk stabilisasi harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.
"Agar lebih mudah, ya nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan dan lain sebagainya," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI