Suara.com - Pada libur akhir pekan kemarin tempat rekreasi Puncak, Bogor, Jawa Barat kembali mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan lokal, saking padatnya kemacetan total di wilayah tersebut tak bisa dihindari.
Bahkan pihak Kepolisian kembali melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem satu arah atau one way.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sedikit khawatir kasus harian virus corona atau Covid-19 kembali melejit karena tingginya mobilitas masyarakat yang liburan tersebut.
"Kasus Covid kita sudah mulai reda meskipun Presiden ingatkan kita nggak boleh lengah. Sabtu-Minggu kemarin di puncak katanya ada kemacetan total. Ini kita khawatir," kata Sri Mulyani dalam raker dengan Komisi XI DPR RI, Senin (30/8/2021).
Oleh karenanya ia meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, dimana memakai masker dan menjaga jarak menjadi suatu keharusan untuk dilakukan saat beraktivitas di luar rumah.
"Masyarakat mungkin harus tetap diingatkan menggunakan masker adalah keharusan, sudah atau belum divaksin semua harus tetap dan wajib menggunakan masker, jaga jarak juga menjadi penting," sarannya.
Selanjutnya, Sri Mulyani berharap dengan mulai menurunnya kasus Covid-19, ekonomi di Tanah Air bisa mulai pulih.
"Karena, terus terang, PPKM sejak Juli dan awal Agustus memberikan dampak luar biasa. Mobilitas kita drop 17 persen," ujar dia.
Tak hanya itu kata dia, stok vaksin Covid-19 yang selalu diorder oleh pemerintah dari sejumlah negara saat ini pun ketersediaan mencukupi, hal ini penting untuk mencapai target vaksinasi 2 juta dosis perhari.
Baca Juga: Sri Mulyani Berharap Natal dan Tahun Baru Konsumsi Masyarakat Naik
"Jumlah vaksinasinya sekarang ingin ditingkatkan mencapai 1 juta atau bahkan 2 juta per harinya. Supply vaksin sudah kita dapatkan relatif cukup banyak," paparnya.
Meski begitu kata dia, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan yang ketat, agar laju penularan virus corona ini bisa terus ditekan. Kalau tidak ditakutkan angka penularan visa kembali meningkat.
"Jadi kalau Covid merebak itu dampaknya sangat dalam. Dari sisi ritel dan rekreasi drop 13 persen gara-gara PPKM. Grocery dan farmasi yang biasanya positif pun juga menukik ke bawah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono
-
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026