Suara.com - Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Cirebon, Jawa Barat, mendata kenaikan harga tomat, pisang, tarif dokter spesialis, dan beras memicu inflasi 0,09 persen pada bulan Agustus 2021, dengan Indeks Harga Konsumen/IHK sebesar 104,18.
"Harga tomat menjadi salah satu pemicu inflasi di Kota Cirebon," kata Kepala BPS Kota Cirebon Joni Kasmuri di Cirebon, Rabu (1/9/2021).
Menurutnya pada Agustus 2021, Kota Cirebon mengalami inflasi 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,18. Dari tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat enam kota mengalami inflasi dan satu kota deflasi.
Joni mengatakan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Agustus 2021, antara lain, biaya masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), beras, tomat, pisang, dan tarif dokter spesialis.
"Inflasi Kota Cirebon pada bulan Agustus 2021 0,09 persen," ujarnya.
Ia melanjutkan pada Agustus 2021 dari 11 kelompok pengeluaran tujuh mengalami inflasi dan tiga deflasi, dan satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.
Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,19 persen.
Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,41 persen dan kelompok pendidikan sebesar 1,43 persen.
"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,11 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,23 persen," tuturnya.
Baca Juga: Kota Bekasi Resmi Gelar PTM Terbatas Jenjang SMP
Joni menambahkan untuk kelompok yang mengalami deflasi yaitu makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,20 persen, kelompok transportasi sebesar 0,21 persen dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 0,06 persen.
"Kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan
-
Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu
-
Tekan Biaya Transaksi Demi Likuiditas, Strategi Jangka Panjang Industri Kripto Nasional
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Antisipasi Force Majeure, Askrindo Siapkan Strategi Keberlanjutan Bisnis
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI, Jamin Tak Intervensi BPS
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Januari 2026 Naik 30 Persen: Ekonomi Lagi Bagus!