Bisnis / Makro
Kamis, 09 September 2021 | 12:13 WIB
Ilustrasi jalan tol [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmojo memastikan pembangunan proyek jalan tol trans Sumatera (JTTS) memiliki manfaat kepada masyarakat daerah maupun perekonomian negara.

Menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, salah satunya adalah proyek JTTS bisa memberikan keutungan ganda atau multiplier efek 1,7 kali terhadap perekonomian.

"JTTS juga bisa meningkatkan Pendapatan domestik bruto 2,2 persen dan penyerapan tenaga kerja di daerah Sumatera," ujar tiko dalam sebuah webinar, Kamis (9/9/2021).

Kemudian, kata Tiko, kehadiran JTTS juga bisa mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di Sumatera. Lalu, bilang dia, JTTS juga bisa membangun kawasan ekonomi baru di Sumatera.

Dengan begitu, adanya kawasan ekonomi baru bisa memanfaatkan kekayaan alam yang di Sumatera mulai dari kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, dan teh.

"Karena itu pembangunan JTTS salah satu proyek prioritas pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di Sumatera," ucap dia.

Dalam hal progres, Tiko juga meminta kepada kontraktor JTTS PT Hutama Karya (Persero) untuk segera menyelesaikan proyek tepat waktu yang ditargetkan pada tahun 2024 pada tahap I.

"Hutama Karya yang dipercaya pemerintah membangun JTTS di mana Hutama Karya diharapkan menyelesaikan pembangunan JTTS tahap I hingga tahun 2024," kata dia.

Mantan Bos Bank Mandiri ini menambah, pemerintah juga mendukung Hutama Karya agar pembangunan JTTS tepat waktu baik dukungan teknis atau pendanaan.

Baca Juga: Hadapi Nataru 2021, Gardu di Gerbang Tol Sumatera Lampung Ditambah

"Dari pendanaan pemerintah telah memberikan PMN kepada HK, hingga saat ini Rp 6,2 triliun di tahun 2021 kita juga menambah PMN Rp 19 triliun hingga akhir tahun 2021," ungkap Tiko.

Untuk diketahui, dalam tahap I terdapat delapan ruas yang dibangun Hutama Karya. Adapun, progres masing-masing ruas tersebut yakni Tol Sigli Banda – Aceh (74 Km) sebesar 71%, Tol Kisaran – Indrapura (48 Km) sebesar 24%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) sebesar 60%, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim (121 Km) sebesar 33%, Tol Padang – Sicincin (36 Km) sebesar 44%, Tol Pekanbaru – Pangkalan (64 Km) sebesar 62%, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) sebesar 81% dan Tol Binjai Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) sebesar 38%.

Load More