Lempengan bundar itu dihargai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per kg tergantung permintaan pasar.
Pabrik Cipetir masih berproduksi, meski hanya beroperasi beberapa kali dalam satu tahun. Ekspor Gutta Perca juga masih dilakukan oleh PTPN VIII ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Jerman. Hanya saja memang diekspor berdasarkan permintaan yang paling cepat setahun sekali, atau biasanya dua tahun sekali.
"Jepang, Korea, dan Jerman biasanya memesan 200 kilogram Gutta Percha satu atau dua tahun sekali. Digunakan untuk keperluan medis," kata Mandor Besar atau Pengawas Pengelolaan Pabrik Gutta Percha Cipetir Budi Prayudi.
Pengolahan daun pohon Gutta Percha untuk menjadi lempengan getah masih menggunakan cara dan alat yang sama dengan yang dilakukan pada tahun 1800-an. Daun digiling menggunakan batu bundar raksasa yang berputar-putar. Konon, batu penggiling tersebut didatangkan langsung dari Italia. Terdapat lima batu penggiling di pabrik Cipetir, namun saat ini hanya dioperasikan satu atau dua saja.
Dari 1 ton daun Gutta Percha dapat menghasilkan 13 kg produk jadi. Setelah penggilingan, daun Gutta Percha yang sudah halus kemudian direbus dan diekstraksi sehingga menjadi getah.
Getah tersebut kemudian dipanaskan dengan suhu tinggi sehingga membentuk cairan kental. Cairan getah tersebut kemudian dapat dibentuk apapun selama masih panas. Ketika dingin, getah karet panas tersebut akan mengeras seperti plastik kokoh yang bisa dibuat menjadi berbagai macam bentuk.
Lantaran Gutta Percha sudah tergantikan dengan material plastik sintetis, hingga saat ini kebanyakan Gutta Percha hanya diandalkan untuk keperluan medis seperti gips, gigi palsu, penambal gigi dan lain-lain karena sifatnya yang berbahan dasar alami.
Asisten Kepala Wakil Manajer PTPN VIII Unit Perkebunan Sukamaju Dadan Ramdan mengatakan pihaknya terus membudidaya pohon Gutta Percha di lahan konservasi yang sudah disediakan.
"Dari 21.252 hektare lahan yang dimiliki PT PN VIII, 333 hektare lahan di antaranya sengaja kami tanami Pohon Gutta Percha. Selain untuk menjaga ekosistem alam, ini juga sebagai upaya kami melestarikan sejarah," pungkas Dadan.
Baca Juga: Ini Daftar 7 Saksi Korupsi Pengadaan Mesin PG PTPN XI yang Dipanggil KPK
Berita Terkait
-
PTPN X Gandeng Petrokimia Gresik Gelar Tanam Perdana Tebu di Desa Sidonganti
-
2 Cara Mudah Membuat Lumpia dengan 3 Bahan, Dijamin Nggak Gampang Sobek
-
Moeldoko Minta Konflik Agraria PTPN Cepat Diselesaikan
-
Moeldoko Minta Sengketa Tanah PTPN dan Warga Sulsel Diselesaikan Dengan Cepat
-
Penghuni Lapas Sukamiskin Bandung Bertambah 1 Orang Koruptor Hari Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Cara Cek Kelayakan KPR Online agar Pengajuan Aman, Praktis Tanpa Harus ke Bank
-
Cegah Pialang Bodong, OJK Luncurkan QR Code untuk Verifikasi STTD Asuransi
-
Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya
-
Kurs Rupiah Anjlok ke Rp17.409, Investor Pantau Data Pertumbuhan Ekonomi Q1
-
Apa Saja Jenis Pinjaman yang Tercatat dalam BI Checking? Ini Daftar Lengkapnya
-
IHSG Masih Betah di Zona Merah Selasa Pagi Ini, Kembali ke Level 6.900
-
Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram
-
Usai Afrika, Kini Semen RI Tembus Pasar Prancis
-
IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini
-
Strategi Harm Reduction: Solusi Jitu Tekan Risiko Kesehatan dan Jaga Produktivitas Pekerja