Suara.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta menyebutkan industri pergudangan potensial menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota sejalan dengan peningkatan perdagangan daring (e-commerce) saat pandemi COVID-19.
“Setelah kami dalami, industri pergudangan juga menarik karena e-commerce butuh ‘warehouse’ (gudang),” kata Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam diseminasi laporan perekonomian DKI periode Agustus 2021 ditulis Selasa (28/9/2021).
Dia menjelaskan bank sentral mencatat kinerja perdagangan daring Indonesia meningkat rata-rata sekitar 36 persen dan diperkirakan hingga 2025 melonjak hingga tiga kali lipat menurut laporan Google dan Temasek.
Sektor ini, lanjut dia, merupakan salah satu sumber pendongkrak kinerja perdagangan eceran, baik secara dalam jaringan (oline/daring) maupun luar jaringan (offline/luring).
Peningkatan itu, lanjut dia, juga turut mendorong kebutuhan pasar tenaga kerja kurir yang tak hanya untuk pengantaran barang, namun juga pengantaran makanan, seiring adanya pembatasan dalam PPKM di Jakarta.
“Perubahan perilaku dari 'dine in' (makan di tempat) menjadi take away (makan di rumah) ini meningkatkan pertumbuhan industri kreatif atau pengolahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Budi Wiyono dalam kesempatan yang sama menjelaskan kondisi pandemi COVID-19 di sisi lain menguntungkan bagi industri perdagangan daring.
Pihaknya membuat ratusan sentra-sentra untuk penurunan barang di Jakarta yang mengakomodasi tingginya transaksi perdagangan daring.
“Satu bulan kami menambah orang 10 persen. Ini kami kewalahan mencari orang. Dia harus punya SIM, motor, bayar pajak, hafal Jakarta. Tidak gampang, dalam sebulan dia keluar, karena tidak sanggup,” katanya.
Baca Juga: BI Yakin Inflasi Sampai Akhir September 2021 Bakal Stabil
Ia mengungkapkan berjalannya perdagangan daring itu karena industri ekspor dan impor yang juga terus tumbuh.
Selain industri pergudangan, BI DKI Jakarta juga mencatat industri kecil menengah yang mendukung industri pengolahan juga berpeluang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
BI DKI mencatat kinerja industri pengolahan pada triwulan II-2021, tumbuh 25,28 persen dibandingkan periode sama tahun lalu karena meningkatnya produksi mobil dan penggunaan listrik di Jakarta.
Untuk industri pengolahan di Jakarta yang menguasai porsi terbesar yakni 52-54 persen adalah otomotif dan sisanya adalah industri kimia, makan dan minuman.
“Yang harus kami dalami lagi adalah industri kecil menengah yang mendukung industri pengolahan di Jakarta,” imbuh Onny.
Selain industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran termasuk di dalamnya pergudangan, perbaikan ekonomi di Jakarta juga ditopang industri lain di antaranya industri komunikasi dan jasa keuangan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
IHSG Terus Lari Kencang 2% di Sesi I, 537 Saham Menghijau
-
Menteri Bahlil: Kunjungan ke Rusia untuk Amankan Pasokan Energi Nasional
-
Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
-
Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
-
Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia
-
Pentingnya SKU: Cara Mengurus Surat Keterangan Usaha dan Keuntungannya bagi UMKM
-
KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar
-
Emas Antam Lagi Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2,86 Juta per Gram
-
BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124