Suara.com - Corporate University BPJS Kesehatan menyelenggarakan Diklatda Pembelajaran Khusus Kepemimpinan bagi Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayah Papua dan Papua Barat, Jumat (24/9/2021).
Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan para Kepala BPJS Kesehatan di tingkat kabupaten/kota tersebut dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan, agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung pencapaian target strategis organisasi.
“Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu kunci yang menentukan keberhasilan BPJS Kesehatan dalam menjaga dan mengelola sustainabilitas Program JKN-KIS. Oleh karena itu, manajemen memberikan kesempatan kepada Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota di Papua dan Papua Barat untuk mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya,” kata Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal.
Ia menambahkan, kaderisasi kepemimpinan penting dilakukan secara berkelanjutan untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan suatu organisasi. Sebagai pemimpin di middle management, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota yang andal akan mendorong keberhasilan organisasi besar ini untuk mencapai visi-misi yang telah ditetapkan, serta menjaga sustainabilitas kepemimpinan dalam jangka panjang.
“Pulau Papua yang berada di ujung timur dari wilayah Indonesia memiliki tantangan yang berbeda dibanding daerah lainnya. Lebih dari 71% wilayah Papua merupakan hamparan hutan hujan tropis yang sulit ditembus. Namun semangat dan komitmen SDM di wilayah Papua dan Papua Barat dalam menjalankan tugasnya, sangat luar biasa. Harapan kami, potensi mereka dapat kian dioptimalkan melalui pembelajaran khusus ini,” kata Afdal.
Terdapat 29 Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota di 6 kantor cabang BPJS Kesehatan yang diikutsertakan dalam Program Pembelajaran INTIM (Indonesia Timur), dari kabupaten di ujung barat, yaitu Kabupaten Raja Ampat hingga kabupaten di ujung timur yaitu Kabupaten Boeven Digoel. Acara tersebut juga menghadirkan pembicara ternama dari Hearty Service, A.S. Mayangsari dan Kubik Leadership, Atok R. Aryanto.
“Di masa pandemi, seorang leader tetap harus mengoptimalkan pelayanan bagi peserta JKN-KIS melebihi ekspektasi, tidak cukup hanya bekerja sesuai pekerjaan rutinnya, namun bekerja extra miles dengan mengoptimalkan upaya tim melalui proses pengaruh sosial. Hal ini untuk menumbuhkan kepercayaan serta menggerakkan timnya agar bekerja dengan tujuan yang sama,” ujar Atok.
Berita Terkait
-
Dewas BPJS Kesehatan Pastikan Pengobatan Legenda Bulutangkis Dijamin Penuh JKN-KIS
-
BPJS Kesehatan Gratis, Rahmad Mas'ud: Bukan 3 Bulan Tapi Selama Saya Jadi Wali Kota
-
THR dan Gaji ke-13 Belum Dibayar, Puluhan Mantan Karyawan Geruduk Kantor PT KAI
-
Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi RSI Siti Hajar Sidoarjo
-
Pupuk Kaltim Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Alkes Untuk Masyarakat Fakfak Papua Barat
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998