"Apakah aman atau tidak orang sakit seperti saya boleh menerima vaksin. Karena dulu masih awam dan masih simpang siur soal vaksin ini, akhirnya saya masih urung divaksin," jelas dia.
Kini, makin banyaknya program vaksinasi yang digalakkan berbagai pihak akhirnya berhasil menyentuh kalangan disabilitas seperti Emi.
Meski demikian, Emi masih ragu hingga memilih mengurungkan niatnya lagi untuk mendapat vaksin.
Meski sempat putus asa untuk menerima vaksin, harapannya kembali muncul. Menyusul dengan program Pemkot Yogyakarta dengan mendatangi rumah warga yang belum divaksin.
Mendapat vaksin dosis pertama, Emi bisa sedikit lega. Selanjutnya pemulihan dari stroke sedang ia lakukan. Dia berharap dengan dukungan keluarga dan semangat untuk sembuh dia bisa beraktivitas seperti normal pada umumnya.
Lurah Giwangan, Dwi Ernayati menyebut bahwa memang jumlah disabilitas di wilayahnya sedikit. Namun untuk pelayanan seperti vaksin menjadi prioritas dalam mencapai kekebalan kelompok.
"Ya ada beberapa warga yang belum mendapat vaksin. Jadi kami lakukan dengan mendatangi rumah mereka, karena mereka juga mengalami keterbatasan akses seperti disabilitas dan lansia," kata Erna.
Pemkot saat ini tengah menggalakkan program vaksinasi dengan sistem jemput bola hingga memudahkan para warga yang kesulitan mendatangi lokasi vaksin.
Sebanyak 1.030 orang menjadi sasaran vaksin saat ini di Giwangan. Pihaknya juga mengejar target tersebut segera tercapai.
Baca Juga: Ini Empat Hal yang Mesti Diperhatikan JIka Ingin Pandemi Covid-19 Berubah Jadi Endemi
"Tapi kami juga menerima warga luar Giwangan yang ingin divaksin di tempat ini. Tujuannya juga agar seluruh warga Jogja sudah tervaksin sehingga program tuntas vaksin juga selesai," kata Erna.
Berita Terkait
-
Temani Istri Jalan Kaki 6 KM untuk Vaksin, Aksi Kakek di Wonogiri Ini Bikin Warganet Baper
-
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bioskop Boleh Jual Makanan Tapi Tak Boleh Makan Saat Nonton
-
Cerita Penyandang Disabilitas Jogja, Berupaya Sembuh hingga Nyaris Putus Asa Dapat Vaksin
-
Update Covid-19 Global: Kasus Mingguan Indonesia Lebih Rendah dari Negara ASEAN Lain
-
Arus Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Naik 161 Persen, Jakarta Rute Paling Diminati
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja