Bisnis / keuangan
M Nurhadi
Peserta mengikuti pengarahan saat menjalani SKB CASN di lantai 4 Gedung Cisadane Kota Tangerang, Senin (5/10/2020). (Foto: Alwan/Bantennews.co.id)

Suara.com - Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) mensyaratkan beragam jenjang pendidikan, mulai SMA atau SMK, D-3, S-1, hingga S-2. Selain kebutuhan pekerjaan, pembeda tiap jenjang pendidikan adalah gaji. Lalu berapa gaji PNS lulusan SMK atau SMA?

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, gaji PNS lulusan SMK atau SMA berada pada kisaran Rp2.02.200 sampai Rp3.820.000.

Gaji PNS lulusan SMK atau SMA ini dinilai berdasarkan golongan dan masa kerjanya. Ketika menjadi PNS, lulusan SMK atau SMA akan masuk di golongan II. Rincian pembangiannya adalah sebagai berikut.

1. Golongan II/A, gaji pokok mulai dari Rp 2.022.200-Rp 3.373.600

Baca Juga: Polisi Periksa Korban Penipuan Putri Nia Daniaty dan Cek TKP

2. Golongan II/B, gaji pokok mulai dari Rp 2.208.400-Rp 3.516.300

3. Golongan II/C, gaji pokok mulai dari Rp 2.301.800-Rp 3.655.000

4. Golongan II/D, gaji pokok mulai dari Rp 2.399.200-Rp 3.820.000

Pembagian golongan pada PNS juga didasarkan pada jenjang pendidikan dan masa kerja. Kenaikan golongan paling cepat akan dilakukan setiap dua tahun dengan syarat pemenuhan angka kredit tertentu.

Peserta CPNS di lingkungan Pemda DIY mengikuti tes SKD, Kamis (16/9/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Selain PNS, masyarakat lulusan SMK atau SMA bisa juga melamar menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk tenaga teknis. PPPK lulusan SMK atau SMA menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 98 Tahun 2020 akan digaji mulai Rp2.325.600-Rp3.878.700.

Baca Juga: Cara Download Sertifikat SKD dan Cara Cek Keasliannya di Sini

Sama seperti PNS, kenaikan gaji untuk PPPK juga tergantung jenjang pendidikan dan masa kerja. Skema gaji PPPK ini turut menjadi angin segar bagi guru yang tidak bisa menjadi PNS, melainkan hanya dapat mengikuti seleksi PPPK.

Komentar