Suara.com - Siapa orang terkaya di Indonesia pada 2021? Majalah Forbes dalam tajuk Indonesia’s 50 Richest baru-baru ini menobatkan Budi Hartono sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan 38,8 miliar dolar Amerika Serikat. Berikut profil Budi Hartono yang juga pemilik Bank BCA tersebut.
Robert Budi Hartono atau Oei Hwie Tjhong adalah putra kedua pendiri perusahaan Djarum Grup Oei Wie Gwan. Dia lahir di Semarang, 28 April 1940.
Perjalanan di dunia bisnis dimulai Budi Hartono muda saat dirinya mewarisi perusahaan yang hampir bangkrut di usia 22 tahun dari kedua orang tuanya. Saat itu Djarum yang berpusat di Kudus mengalami kebakaran hebat dan di tahun yang sama Oei Wie Gwan juga meninggal dunia. Namun, di tangan dia dan sang kakak, Michael Bambang Hartono, perusahaan itu berbalik arah dan sukses menguasai pangsa pasar dalam dan luar negeri.
Amerika serikat menjadi importir terbesar perusahaan rokok ini. Setiap tahun sekitar 48 miliar batang rokok atau sekitar 20 persen dari total produksi nasional diekspor ke Negeri Paman Sam tersebut. Djarum kemudian berkembang menjadi grup bisnis dengan melebarkan sayap di bidang agrobisnis, investasi, media, dan properti.
Kesuksesan Djarum yang berhasil mengekspor rokok sejak 1972 tak membuat Hartono bersaudara berpuas diri. Keduanya kemudian membeli 54% saham Bank Central Asia (BCA) secara berkala lewat PT Dwimuria Investama Andalan. Status kepemilikan ini membuat Budi Hartono menjadi pemegang saham terbesar Bank BCA.
Di bidang properti, keluarga Hartono terlibat dalam pembangunan mega proyek Grand Indonesia. Proyek raksasa ini terdiri dari Hotel Indonesia, pusat-pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan apartemen mewah. Total investasinya kini mencapai triliunan rupiah.
Di sektor agribisnis, Budi Hartono dan sang kakak mengembangkan Hartono Plantations Indonesia yang menjadi bagian dari Grup Djarum dengan aset perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak 2008.
Kontroversi Beasiswa Djarum
Seperti diberitakan, pada 2019 lalu Djarum membuat langkah kontroversial dengan menghentikan beasiswa atlet bulu tangkis muda. Pemberhentian sokongan beasiswa ini kabarnya dilakukan atas permintaan Komisi Perlinduangan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap beasiswa atlet bulu tangkis adalah eksploitasi untuk anak-anak.
Baca Juga: 22 Tahun Kota Depok Berdiri Dinilai Berkembang Pesat
Padahal, beasiswa atlet sudah rutin digulirkan sejak 2006 silam. Di sisi lain, KPAI juga menilai Grup Djarum memanfaatkan citra anak-anak untuk memasarkan produk rokok mereka.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Pemkot Depok Akan Hentikan PTM Jika Ada Sekolah Yang Melanggar Prokes Covid-19
-
HUT TNI, Ada Pameran Alutsista di Kawasan Istana Kepresidenan
-
Imam Budi Dorong Situ Jadi Objek Wisata di Depok
-
Kaget! Gudang PT Djarum di Temanggung Masih Kosong, Ganjar: Bantu Petani Tembakau Kita
-
Takut Harga Anjlok, Pemkab Temanggung Minta PT Djarum Segera Beli Tembakau Petani
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan