Suara.com - PT Bank BTPN Syariah Tbk catat laba bersih Rp1,1 triliun pada kuartal III 2021, tumbuh 116 persen dibanding periode sama pada 2020, yang hanya Rp506 miliar.
Dijelaskan oleh Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad, laba ditopang pembiayaan perseroan yang mencapai Rp10,2 triliun pada kuartal III 2021, meningkat 12 persen (yoy) dibanding tahun lalu, sebesar Rp9,1 triliun.
Pertumbuhan yang positif tersebut diiringi dengan kualitas pembiayaan yang terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) di posisi 2,4 persen.
"Pencapaian kinerja tersebut tak lepas dari peran signifikan semua stakeholder. Baik dari para bankir pemberdaya yang gigih menjalankan amanah, nasabah pendanaan yang mempercayakan dana mereka untuk disalurkan kepada seluruh nasabah inklusi, nasabah pembiayaan yang tangguh, para pemegang saham yang merestui aspirasi bank, serta dukungan dari regulator serta pemerintah yang terus berupaya terbaik melalui progam pemulihan ekonomi nasional," ujar Fachmy.
Selain itu, menurut dia, perseroan juga berkomitmen dalam menunjang kebutuhan nasabah inklusi dan menfasilitasi mereka agar mampu mengejar target.
Emiten dengan kode BTPS itu juga gemar pelatihan kewirausahaan, sertifikasi produk, dan juga memberikan program apresiasi kepada nasabah, yakni program nasabah bersemi, berbagi emas dan bantuan pendidikan bagi anak nasabah.
"Seluruh rangkaian program berkelanjutan yang dilakukan sebagai upaya penuh kami dalam mendampingi nasabah inklusi secara komprehensif, serta komunitas disekitarnya agar tetap bersama tangguh," kata Fachmy.
Sementara dari sisi transaksi, saat ini BTPS tengah menyempurnakan aplikasi mobile banking bagi nasabah pendanaan, dengan memberikan fitur yang memudahkan nasabah untuk berbagi kebaikan langsung.
Dengan fasilitas ini, setiap orang dapat dengan mudah menjadi manfaat bagi orang lain, mudah dan tepat. “Kami meyakini bahwa teknologi dapat menjadi bagian penting dalam menebarkan kebaikan.
Baca Juga: Sumbar Targetkan Capaian Vaksinasi 70 Persen hingga Akhir Tahun
"Oleh karena itu, lewat aplikasi ini nantinya nasabah pendanaan tidak hanya semakin mudah dalam melakukan transaksi keuangan, tetapi juga dapat memulai langkah kebaikan untuk terlibat dalam memberdayakan nasabah inklusi melaui fitur-fitur kebaikan yang dikembangkan," ujar Fachmy.
Hingga kuartal III 2021, BTPN Syariah memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di posisi 55 persen, jauh di atas rata-rata industri.
Sementara total aset bertumbuh 15 persen (yoy) menjadi Rp17,8 triliun dari Rp15,5 triliun. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15 persen (yoy) menjadi Rp10,6 triliun dari Rp9,2 triliun.
Berita Terkait
-
Satgas Covid-19 Ungkap 3 Pilar Penanganan Pandemi Covid-19, Apa Saja?
-
Ekonomi Kuartal III Diprediksi Tumbuh Lebih Kecil Dari Target Pemerintah
-
Pertama kali Dalam Sejarah, Kasus Covid-19 di Singapura Tembus 5 Ribu
-
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Sumut Turun Drastis
-
Update Covid-19 Global: Rekor Lagi, Singapura Laporkan 5 Ribu Kasus dalam Sehari
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Tradisi Berbagi THR Mulai Geser ke Ranah Digital