Kepala Badan Pengawas Obat Makanan (Badan POM), Penny K. Lukito mengatakan, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung semakin menyadarkan kita bahwa kita perlu membangun bangsa yang kuat, bangsa yang bisa bekerjasama dengan pihak lain.
“Pandemi Covid-19 juga memberikan hikmah, menyadarkan kepada kita tentang pentingnya penguatan kesehatan nasional dan pentingnya secara individu tumbuh kesadaan pentingnya daya tahan tubuh kita,” kata Penny K Lukito.
Masa pandemi juga menguatkan kita kebutuhan akan kemandirian tentang kemandirian obat dan vaksin. Antara lain, pertama. Kebijakan dan regulasi tentang sistem pelayanan kesehatan yang antisipatif merespon kebutuhan masyarakat.
Kedua, eksosistem riset dan pengembangan obat yang inovatif dan terdepan. Ketiga, kemandirian dalam proses produksi dan distribusi kebutuhan dasar masyarakat.
“Keempat, edukasi masyarakat yang menerus, berkelanjutran sehingga terbangun upaya promotif dan preventif di masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas,” terangnya.
Indonesia harus mampu mandiri dalam produski vaksin melalui vaksin yang dikembangkan dan diproduksi sendiri sehingga bisa keluar dari pandemi krisis, dan tentunya krisis ekonomi.
“Mari kita terus memberikan pemikiran dan kontribusi yang baik bagi bangsa kita untuk menjadi pemenang yang mandiri terutama pengembangan riset, scientific dan bermanfaat bagi kualitas hidup manusia,” kata Penny K Lukito.
Menteri Agama K.H. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan keragaman di Indonesia hendaklah dikelola dengan baik. Hal ini agar masyarakat bisa saling melengkapi dan mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai serta menghindari adanya masyarakat yang merasa superior diantara yang lainnya.
“Perbedaan ini harus mendapatkan ruang yang cukup untuk berekspresi dan memunculkan eksistensinya karena yang melalui ruang ini bisa dibangun kesadaran hidup bersama agar masing-masing yang berbeda beda ini tidak tumbuh egoisme yang kemudian menganggap dirinya paling superior dan merasa memiliki privilege, sementara yang lain tidak,” tuturnya.
Selain narasumber di atas, diskusi publik ini juga menghadirkan para narasumber milenial. Antara lain, Kusuma Ida Anjani (Direktur Pengembangan Bisnis dan Inovasi Mustika Ratu), Alissa Qotrunnada Munawaroh (National Director of Gusdurian Network Indonesia/GNI), Selwas Taborat (Diplomat RI), Barijani Mahesa Putra (Atlet PON XX Cabor Sepatu Roda), dan Sarah Monica (Peneliti Muda AWCPH UI).
Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, Anies Cs Tanding Bola Hadapi DPRD DKI di Lapangan Latihan JIS
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS