Bisnis / Energi
Senin, 12 Januari 2026 | 11:53 WIB
Ilustrasi BBM Non-Subsidi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Konsumsi BBM non-subsidi Pertamina Patra Niaga 2025 naik signifikan, terutama Pertamax Turbo (75%) dan Pertamax Green 95 (117%).
  • Realisasi penyaluran BBM bersubsidi sepanjang 2025 berjalan sesuai kuota, termasuk Solar 98,7% dan Pertalite 90,1%.
  • Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi LPG bersubsidi dan non-subsidi melalui program dan dukungan Koperasi Koperasi Desa Merah Putih.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga mencatatkan peningkatan konsumsi BBM non-subsidi sepanjang 2025. Tercatat konsumsi produk BBM Pertamax naik 20 persen dibanding pada 2024.

Kenaikan konsumsi juga terjadi pada produk lainnya seperti Pertamax Turbo naik 75 persen, Dexlite naik 11 persen dan Pertamina Dex naik 36 persen.

Produk BBM non-subsidi yang ramah lingkungan, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan konsumsi sebesar 117 persen.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut, peningkatan konsumsi itu menunjukkan tren pertumbuhan positif.

"Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi pondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega lewat keterangannya yang dikutip, Senin (12/1/2025).

Sementara untuk realisasi penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra. [Ist]

Tercatat realisasi penyaluran BBM subsidi Solar mencapai 98,7 persen, minyak tanah tercatat 97,6 persen, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1 persen dari kuota nasional.

Pertamina pun mengklaim realisasi itu mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.

Lebih lanjut, untuk LPG bersubsidi 3 kilogram realisasinya sebesar 99,77 persen dari kuota nasional sepanjang 2025.

Baca Juga: Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sumsel, Segini Potensinya

Disebut pendistribusiannya diperkuat implementasi program One Village One Outlet, dimana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.

Sedangkan, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 mengalami peningkatan, Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di samping itu, guna mendukung Koperasi Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), Pertamina Patra Niaga berkontribusi dalam pembentukan outlet LPG dan stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) yang dikelola koperasi nelayan.

Tercatat hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap beroperasi.

Load More