- Konsumsi BBM non-subsidi Pertamina Patra Niaga 2025 naik signifikan, terutama Pertamax Turbo (75%) dan Pertamax Green 95 (117%).
- Realisasi penyaluran BBM bersubsidi sepanjang 2025 berjalan sesuai kuota, termasuk Solar 98,7% dan Pertalite 90,1%.
- Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi LPG bersubsidi dan non-subsidi melalui program dan dukungan Koperasi Koperasi Desa Merah Putih.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga mencatatkan peningkatan konsumsi BBM non-subsidi sepanjang 2025. Tercatat konsumsi produk BBM Pertamax naik 20 persen dibanding pada 2024.
Kenaikan konsumsi juga terjadi pada produk lainnya seperti Pertamax Turbo naik 75 persen, Dexlite naik 11 persen dan Pertamina Dex naik 36 persen.
Produk BBM non-subsidi yang ramah lingkungan, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan konsumsi sebesar 117 persen.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut, peningkatan konsumsi itu menunjukkan tren pertumbuhan positif.
"Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi pondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega lewat keterangannya yang dikutip, Senin (12/1/2025).
Sementara untuk realisasi penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah.
Tercatat realisasi penyaluran BBM subsidi Solar mencapai 98,7 persen, minyak tanah tercatat 97,6 persen, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1 persen dari kuota nasional.
Pertamina pun mengklaim realisasi itu mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Lebih lanjut, untuk LPG bersubsidi 3 kilogram realisasinya sebesar 99,77 persen dari kuota nasional sepanjang 2025.
Baca Juga: Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sumsel, Segini Potensinya
Disebut pendistribusiannya diperkuat implementasi program One Village One Outlet, dimana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Sedangkan, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 mengalami peningkatan, Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di samping itu, guna mendukung Koperasi Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), Pertamina Patra Niaga berkontribusi dalam pembentukan outlet LPG dan stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) yang dikelola koperasi nelayan.
Tercatat hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap beroperasi.
Berita Terkait
-
Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela
-
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
-
Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan LPG Selama Libur Nataru 2026
-
Penentuan Kuota BBM bagi SPBU Swasta, Ini Kata Wamen ESDM
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo, BP Serentak Turun, Ini Daftarnya
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991