Suara.com - Pemerintah menegaskan penyitaan aset kepada mereka yang tersandung kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan terus berjalan. Penyelesaian akan dilakukan dengan cara apapun.
Terbaru Satgas BLBI melakukan penyitaan aset terhadap salah satu obligornya yakni PT Timor Putra Nasional (TPN) perusahaan milik Tommy Soeharto.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun memperingatkan kepada pengemplang dana BLBI agar terus melunasi kewajiban pinjaman mereka kepada negara.
"Pemerintah melalui Satgas BLBI akan terus melakukan upaya pengejaran terhadap obligor dan debitur guna melunasi kewajiban mereka," kata Mahfud dalam konfrensi pers virtualnya, Senin (7/11/2021).
Mahfud MD mengingatkan upaya preventif yang ditawarkan pemerintah selama ini banyak yang direspons negatif oleh para obligor dan debitur. Untuk itu saat ini pemerintah dengan tegas mengatakan tidak ada kompromi lagi dalam proses penyelesaian masalah ini.
"Kita akan bekerja, tidak akan lagi tawar-menawar yang tidak ada gunanya. Karena kenapa ini lambat, karena obligor minta dihitung ulang dan sebagainya, nego lagi. Tidak selesai-selesai. Kenapa ini harus dilakukan, karena pemerintah harus adil," tegas Mahfud.
Untuk itu dirinya meminta kepada para obligor dan debitur yang memiliki utang agar membayar lunas.
Menurut Mahfud, jika ada yang merasa tidak memiliki nominal hutang seperti disampaikan pemerintah, dia mempersilahkan untuk datang langsung ke mejanya.
"Ini akan dikejar, harus bayar, dan posisikan berapa sebenarnya. Kalau dia merasa utang dia bukan segitu, ayo berapa utangnya datang ke meja saya dihitung," ucapnya.
Baca Juga: Jengah Pemilik Utang Lamban, Satgas BLBI Sudah Tentukan Jadwal Sita Aset
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM